Menyambut Waisak 2025: Mengenal Makna dan Ragam Perayaan Umat Buddha

photo author
- Jumat, 9 Mei 2025 | 15:42 WIB
Menyambut Waisak 2025: Mengenal Makna dan Ragam Perayaan Umat Buddha (Ilustrasi gambar / pixabay)
Menyambut Waisak 2025: Mengenal Makna dan Ragam Perayaan Umat Buddha (Ilustrasi gambar / pixabay)

KLIK SAJA - Hari Raya Waisak 2025 sebentar lagi tiba, sebuah momen suci bagi umat Buddha di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Perayaan ini memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Buddha Gautama: kelahiran, pencerahan, dan parinibbana.

Lantas, bagaimana umat Buddha di Indonesia, dapat memaknai dan merayakan Hari Raya Waisak tahun ini?

Artikel ini akan mengulas berbagai kegiatan dan tradisi yang umumnya dilakukan untuk memperingati Waisak, serta memberikan inspirasi bagi perayaan yang khidmat dan bermakna.

Baca Juga: Miris! PPATK Ungkap 3,8 Juta Pemain Judol Hutang ke Bank

Perayaan Hari Raya Waisak 2025

Hari Raya Waisak 2025 jatuh pada tanggal 12 Mei 2025.

Perayaan yang bisa dilakukan meliputi berbagai kegiatan keagamaan dan budaya, dengan pusat perayaan utama di Candi Borobudur.

Kegiatan di Candi Borobudur mencakup meditasi, puja bakti, prosesi kirab obor, pementasan seni tradisional, pameran karya seni, dan bazar makanan khas daerah.

Rangkaian acara spesifik di Candi Borobudur dan sekitarnya meliputi Karya Bakti Taman Makam Pahlawan, Bakti Sosial Pengobatan Gratis, Api Dharma di Mrapen, Air Berkah Umbul Jumprit, Ritual Pensakralan di Candi Mendut, Kirab Waisak dari Candi Mendut ke Candi Borobudur, Pelepasan Lampion Waisak, Detik-Detik Waisak, dan Pradaksina Candi Borobudur.

Baca Juga: Sidang Mediasi Ijazah Jokowi di PN Solo: Upaya Mencari Titik Temu di Tengah Polemik Dugaan Ijazah Palsu

Perayaan juga diadakan di berbagai vihara dan tempat ibadah Buddha lainnya di seluruh Indonesia.

Selain itu, umat Buddha dapat merenungkan makna spiritual Waisak, melakukan kegiatan amal dan bakti sosial, mengamalkan lima sila Buddha, meditasi, perenungan, ibadah di vihara, mengikuti prosesi pindapata, memandikan patung Buddha, menyalakan lilin dan melepas lampion, mengenakan busana serba putih, dan pengibaran bendera Buddha.

Libur panjang Waisak juga dapat dimanfaatkan untuk berwisata religi ke Candi Borobudur dan sekitarnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X