"Kuota-kuota ini dibuat, tetapi hanya perusahaan A, B, C, D yang ditunjuk. Hanya mereka yang diizinkan untuk melakukan impor, itu tidak adil," katanya dalam sebuah diskusi ekonomi bersama presiden RI di Jakarta pada hari Selasa (8/4).
Prabowo juga memberikan instruksi kepada para pejabat pemerintah untuk menghapus mekanisme kuota impor yang dapat menghambat neraca perdagangan.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap permintaan dari para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), yang ingin menyeimbangkan neraca perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) setelah adanya tarif resiprokal yang ditetapkan oleh Presiden Donald Trump.
Baca Juga: Prabowo Soal Dampak Tarif Trump: Indonesia Bisa Hadapi dan Kendalikan
“Ketika Pak Menko memanggil kami semua untuk membahas bagaimana kita bisa mengantisipasi dampak dari tarif resiprokal AS, kami segera menghubungi mitra kami di AS untuk mencari solusi. Karena AS jelas ingin melihat cara menurunkan defisit. Berapa banyak yang bisa kamu impor dan kapan? Ini adalah salah satu tugas kami. Ada kapas dan jagung,” tambah Shinta Kamdani, Ketua Umum Apindo.
Artikel Terkait
Buat Warga Kedungsapur! Yuk Ikutan Semarang Color Run Lightfest Pada 27 April 2025, Cek Di Sini Ketentuan dan Link Pendaftarannya!
Buat Pencari Kerja Jabodetabek! Ikutilah Job Fair Jakarta Goes To Campus di Universitas Trisakti 15-16 April 2025, Cek Disini Info Lengkapnya!
Buat Warga Nganjuk, Jadwal Samsat Keliling Wilayah Nganjuk Periode April 2025, Mulai Buka Tanggal 8 April!
Buat Warga Purbalingga, Jadwal Samsat Keliling Kabupaten Purbalingga Periode April 2025, Mulai Buka Tanggal 8 April!
Buat Warga Cianjur! Jadwal Samsat Keliling Wilayah Cianjur Periode April 2025, Mulai Buka 8 April!