Warning dari BMKG, Begini Tanda-tanda Awal Banjir Bandang dan Tanah Longsor, Antisipasi Potensi Bencana yang Memakan Korban

photo author
- Senin, 3 Februari 2025 | 08:52 WIB
Warning dari BMKG, Begini Tanda-tanda Awal Banjir Bandang dan Tanah Longsor, Antisipasi Potensi Bencana yang Memakan Korban (Ilustrasi foto tanah longsor. (Pixabay/Hans))
Warning dari BMKG, Begini Tanda-tanda Awal Banjir Bandang dan Tanah Longsor, Antisipasi Potensi Bencana yang Memakan Korban (Ilustrasi foto tanah longsor. (Pixabay/Hans))

KLIK SAJA - Dalam sebuah konferensi pers yang disiarkan melalui kanal resmi YouTube pada hari Sabtu, 1 Februari 2025, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa Indonesia saat ini masih berada dalam fase puncak musim hujan.

Curah hujan yang tinggi menjadi faktor penyebab terjadinya beberapa bencana hidrometeorologi belakangan ini, termasuk banjir bandang dan tanah longsor.

Sehubungan dengan hal tersebut, Dwikorita Karnawati selaku Plt. Kepala BMKG juga membahas tanda-tanda awal yang dapat mengindikasikan kemungkinan terjadinya banjir bandang dan tanah longsor dalam konferensi pers tersebut.

“Semua pihak berusaha untuk menjaga keselamatan dan menghindari potensi bencana. Saat ini kita baru mendiskusikan potensi tersebut agar jika terjadi, tidak ada korban yang jatuh,” ungkap Dwikorita dalam konferensi pers itu.

Baca Juga: Telisik Perusahaan Kontraktor Pertahanan AS Buka Lowongan Analis Medsos Indonesia, Ingin Pantau RI yang Kini Masuk BRICS?

Dwikorita mengatakan kalau bantaran sungai menjadi area yang berbahaya saat hujan mulai turun.

Karena itu, tinggal di bantaran sungai sebenarnya tidak aman karena menjadi area paling dekat ketika air sungai meluap saat pertama kali banjir bandang terjadi.

Tanda awal banjir bandang

  • Air sungai mulai keruh

Di bagian hulu sungai yang gelap mendung, terlihat bahwa air sungai semakin keruh, yang merupakan indikasi bahwa banjir mulai terjadi.

“Gejala awal dari banjir bandang adalah selain adanya mendung di atas, juga ketika aliran sungai mulai menunjukkan kekeruhan,” ujar Dwikorita.

  • Terjadi erosi di hulu sungai

Kekeruhan air disebabkan oleh proses erosi yang telah mulai berlangsung.

“Ketika air mulai keruh, itu menandakan bahwa erosi telah terjadi di bagian atas, sehingga air tersebut akan segera meninggalkan sungai,” tambahnya.

Baca Juga: Google Tampilan Kurs Usd Ke Rupiah Anjlok Jadi Rp. 8.170.65? Bug Atau Nyata?!

  • Air mulai naik

Di fase air sungai mulai terlihat naik, Dwikorita menyarankan untuk secepat mungkin meninggalkan bantaran.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Sumber: YouTube

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X