Kekuatan tarikan arus ini menuju laut juga bervariasi; kadang-kadang, arus rip berakhir tepat di luar garis pecah gelombang.
Namun di lain waktu, arus rip terus mendorong ratusan meter ke lepas pantai.
Ada beberapa mitos tentang rip current yang dipercaya oleh sebagian orang, namun rupanya justru beberapa mitos tersebut membahayakan.
Baik itu terkait sifat rip current, maupun cara penyelamatan yang malah berakibat fatal hingga memungkinkan menambah korban jiwa.
Baca Juga: WNI Berlibur di Malaysia Riang Gembira Sambut Prabowo di KL: Bisa Pegang Tangannya
Rip current membahayakan untuk semua orang
Mitos: Seseorang yang ahli dalam berenang dapat terhindar dari arus rip current.
Fakta: Menurut BMKG dan National Oceanic and Atmospheric Administration, arus rip current ini dapat menjadi ancaman bagi perenang profesional maupun atlet renang.
Arah terseretnya korban oleh arus rip current
Mitos: Rip current membuat orang tenggelam
Baca Juga: Berbeskap Melayu Hitam, Prabowo Disambut Upacara Kenegaraan oleh Raja Malaysia
Fakta: Arus dari rip current tidak menarik orang ke bawah, tapi membuat orang di atasnya berputar di area rip current atau menjauh dari bibir pantai, melewati ombak yang pecah
Penyelamatan yang salah
Mitos: Saling bergandengan tangan adalah penyelamatan yang efektif
Fakta: Membentuk rantai manusia dengan bergandengan tangan untuk saling menarik justru sangat berbahaya dan membuat risiko tenggelam atau jatuhnya lebih banyak korban.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Beri Penghormatan Kepada Mendiang Mahatma Gandhi di Rajghat Memorial India
Prabowo Tabur Bunga di Makam Mahatma Gandhi: Pemimpin, Guru, dan Inspirasi
Prabowo Bertemu Modi: Kami Berdiskusi Sangat Intensif dan Terbuka
Prabowo Ucapkan Terima Kasih atas Dukungan India untuk Indonesia di Keanggotaan BRICS
Prabowo dan Modi Saksikan Pertukaran Lima MoU Kerjasama Indonesia-India, Kesehatan hingga Digital