"Bayangkan, kita punya lebih dari 400.000 aplikasi, kemudian setiap Kementerian lembaga itu punya 2.700 punya database sendiri-sendiri," ujar Sri Mulyani dalam kesempatan berbeda di Bali, pada Senin, 11 Juli 2022 lalu.
Menurutnya, tidak efektifnya penggunaan ribuan aplikasi itu membuat biaya yang dikeluarkan pemerintah menjadi tidak efisien.
"Aplikasi ini justru membuat biaya yang dikeluarkan pemerintah menjadi tidak efisien, karena banyak aplikasi yang tidak bisa beroperasi secara multifungsi," tandasnya.***
Artikel Terkait
CEO Promedia, Agus Sulistriyono, Desak Kebijakan Ekonomi Pro Rakyat: Stop Impor Beras, Sapi, dan Daging Beku yang Memukul Petani dan Peternak
Kedatangan Presiden Prabowo di Washington DC Disambut Hangat Diaspora Indonesia
Hari Kesehatan Nasional ke-60 Jangan Lupa Pentingnya Menjaga Kesehatan, Ini lah Tema yang Diusung!
Viral! Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang KM 92 Arah Jakarta, Banyak Kendaraan Ringsek Bertumpuk
Video Viral Presiden Prabowo Menelpon Donald Trump, Ucapkan Selamat Pada Kemenangan Pilpres AS