KLIK SAJA - Kabar gembira untuk kita semua, Presiden Prabowo Subianto sedianya akan menjalankan program pemeriksaan kesehatan gratis atau medical check up bagi rakyat Indonesia.
Program ini rencananya bergulir mulai tahun 2025 itu dilakukan secara bertahap menyasar 220 juta masyarakat Indonesia.
Pemeriksaan kesehatan gratis meliputi tekanan darah, gula darah, asam urat maupun penyakit katastropik serta penyakit yang membutuhkan perawatan medis jangka panjang seperti jantung, kanker, stroke, gagal ginjal.
Untuk melaksanakan program tersebut, sedianya anggaran yang disiapkan sebesar Rp3,3 triliun.
Baca Juga: Hore! Presiden Prabowo Akan Putihkan Hutang 6 Juta UMKM, Nelayan dan Petani
Dengan kehadiran program pemeriksaan gratis ini merupakan salah satu langkah preventif untuk bisa mendeteksi risiko penyakit di kemudian hari.
Apabila penyakit terdeteksi dini maka biaya pengobatan lebih ringan dibandingkan bila kasus penyakit ditemukan sudah parah atau lanjut.
Hal tersebut disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang kembali menjabat sebagai Menteri Kesehatan untuk periode 2024-2029.
Dimana salah satu program prioritas yang ia ungkapkan adalah pemeriksaan kesehatan atau medical check-up gratis untuk seluruh rakyat Indonesia, yang diharapkan mampu meningkatkan usia harapan hidup bangsa.
Dalam unggahan Instagram Menteri Budi pada Selasa (29/10/2024), ia menyampaikan antusiasmenya terhadap pelaksanaan program ini, yang akan memberi kesempatan kepada setiap warga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gratis sesuai kelompok usia mereka pada hari ulang tahun.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari visi besar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk meningkatkan usia harapan hidup masyarakat Indonesia hingga 80 tahun.
Menteri Budi, yang kini juga dijuluki dengan tagar #BudiGuncangSistem, berujar bahwa selama 100 hari pertama masa jabatannya, ia akan bersama tim menyusun rencana program sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Presiden Prabowo, dalam rencana strategisnya, telah menetapkan tujuh program “Quick Wins” yang menjadi prioritas satu tahun pertama, dan tiga di antaranya berada di bawah tanggung jawab Kementerian Kesehatan.