KLIK SAJA – Konon Gunung Tidar yang berada di tengah-tengah Kota Magelang, Jawa Tengah adalah “Pakunya Tanah Jawa”, sebuah makna simbolis tentang sakralnya lokasi tersebut.
Lembah di sekitar Gunung Tidar, Magelang memang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa ini, sebagaimana yang diungkap oleh Presiden Prabowo.
“Daerah Magelang merupakan suatu sentra perlawanan kita terhadap penjajah mulai ratusan tahun dikenal sebagai daerah perjuangannya Pangeran Diponegoro di antara lima gunung itu saya kira cukup membawa suatu aura tradisi keberanian, tradisi heroisme, tradisi cinta Tanah Air,” jelas Presiden.
Baca Juga: Alasan Dibalik Para Menteri dan Wamen ‘Digembleng’ di Akmil Magelang Sebelum Jalankan Tugas
Wilayah Magelang, atau yang di jaman Hindia Belanda disebut Karesidenan Kedu, adalah 'panggung' pertempuran perang Jawa yang tersohor serta area gerilya Panglima Sudirman saat Agresi Militer Belanda.
Mungkin dengan alasan itulah Lembah Tidar digunakan sebagai pusat Akademi Militer (Akmil) sebagai kawah candradimuka yang mencetak perwira pejuang Sapta Marga berdiri pada 11 November 1957.
Tercatat dua Presiden Indonesia merupakan ‘jebolan’ Akmil Magelang, yaitu Susilo Bambang Yudhoyono dan Prabowo Subianto.
Dilansir dari laman web Sekretariat Negara, Presiden Prabowo memilih lokasi Akmil Magelang untuk pembekalan para menteri dan wamen Kabinet Merah Putih, dan dilaksanakan pada Jumat-Minggu, 25-27 Oktober
"Saya sangat mengutamakan kerja sama sebagai tim. Untuk itu, saya akan mengajak saudara ke Magelang, di mana kita akan melaksanakan beberapa hari menambah pembekalan," ujar Prabowo di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Dikabarkan para seluruh ‘punggawa’ Kabinet Merah Putih telah bertolak dari Jakarta menggunakan Super Hercules pada Kamis (24/10/2024).
Para anggota kabinet tiba di Borobudur International Golf & Country Club, kawasan Akmil Magelang pada kamis petang.
Kedatangan para anggota kabinet di kawasan perkemahan disambut oleh parade drumband.
Hal itu dibagikan oleh Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar.