lokal

Masjid Agung Manonjaya di Tasikmalaya: Simbol Sejarah dan Kebanggaan Warga Tasik

Jumat, 7 Maret 2025 | 15:29 WIB
Arsitektur perpaduan Eropa dan Jawa pada Masjid Agung Manonjaya Tasikmalayaj (jam digital masjid)

Masjid ini memiliki atap tumpang tiga, yang merupakan ciri khas arsitektur tradisional Jawa dan Sunda. Atap ini juga melambangkan hierarki spiritual dalam Islam.

Pada sebelah timur masjid, terdapat serambi atau pendopo yang berfungsi sebagai ruang tambahan untuk jamaah. Serambi ini menghubungkan koridor dengan ruang sholat utama.

Di tengah-tengah ruang sholat, terdapat empat tiang utama yang disebut saka guru. Tiang-tiang ini menjadi penyangga utama bangunan masjid dan melambangkan kekuatan dan stabilitas.

Pada puncak atap masjid, terdapat mustaka atau memolo yang konon merupakan peninggalan dari Syekh Abdul Muhyi, ulama besar asal Pamijahan, Tasikmalaya Selatan. Mustaka ini menjadi simbol spiritual dan kearifan lokal.

Pengaruh gaya Neoklasik Eropa terlihat dari bentuk jendela, pintu, dan ornamen-ornamen yang menghiasi pada bagian depan masjid. Gaya ini memberikan kesan megah dan elegan pada bangunan.

Masjid Agung Manonjaya adalah salah satu warisan budaya dan sejarah yang patut dijaga dan dilestarikan.

Dengan arsitektur yang memadukan unsur tradisional Sunda dan gaya Neoklasik Eropa, masjid ini menjadi bukti keindahan seni dan kearifan lokal.

Di samping itu, nilai sejarahnya yang tinggi menjadikan Masjid Agung Manonjaya sebagai simbol penting bagi masyarakat Tasikmalaya.

Jika Anda berkunjung ke Tasikmalaya, jangan lewatkan kesempatan untuk melihat keindahan dan merasakan nuansa spiritual di Masjid Agung Manonjaya.***

Halaman:

Tags

Terkini