lokal

Syahdunya Suasana Ramadan di Sarajevo, Ketika Al Quran Jadi Kekuatan Muslim Bosnia

Minggu, 16 Februari 2025 | 08:30 WIB
Suasana masjid Begova di Sarajevo, yang dihiasi lantunan al Quran (the blossom tours)

Ramadan memiliki suasana yang berbeda dan khas di Bosnia, pada masa kini, mengingat ketika era komunis jaman Yugoslavia, semua jenis ibadah dilarang.

Tradisi pembacaan Al-Quran saat Ramadan tidak pernah berhenti dilakukan bahkan selama pertempuran sengit perang pada tahun 1990 serta selama era komunis.

Beberapa bom menghantam halaman masjid pada suatu malam dan pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran terus berlanjut dan para jamaah masih mendengarkannya di dalam masjid, mengabaikan kematian di balik pintu.

Pembacaan Al-Quran tersebut memperkuat semangat kaum muslim Bosnia dan meningkatkan moral tentara.

Bahkan selama hari-hari paling keras dalam perang, para hafiz terus membaca Al-Quran dan orang-orang berdoa.

Suatu hari pada jaman perang Bosnia, ketika jemaah keluar dari masjid, empat bola meriam menghantam halaman dalam waktu yang sama dan menewaskan sekitar 30 burung merpati, tetapi tidak ada dari jemaah atau para hafiz yang terluka.

Setelah melaksanakan salat tarawih, orang-orang pergi ke kafe dan kedai teh serta mengobrol sampai tiba saatnya pergi ke toko kue dan makan sesuatu untuk hari berikutnya sebelum fajar.

Saat fajar menyingsing, mereka menuju Masjid Begova dengan Al-Quran di tangan mereka.

Ada juga wanita dan pria yang bergabung dengan jamaah.

Mereka mengikuti tartil Al-Quran yang dibacakan oleh para hafiz di tempat-tempat terpisah yang disediakan untuk mereka.

Di akhir acara mereka berdoa dan memohon pertolongan bersama-sama dan kemudian setelah melaksanakan Salat Subuh berjamaah mereka berangkat pulang ke rumah masing-masing.***

Halaman:

Tags

Terkini