Pangkalpinang, Klik Saja - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) resmi merilis data hasil Sensus Pertanian 2023 (ST2023) tahap I.
Hal ini disampaikan langsung BPS Babel dalam program yang telah dilakukannya beberapa waktu silam terkait Sensus Pertanian 2023 yang berlangsung di Novotel pada Senin 4 Desember 2022.
Kepala BPS Babel, Toto Haryanto Silitonga mengatakan, hasil ST2023 yang dirilis tahap 1 ini hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan data yang akan didiseminikasikan kepada publik secara bertahap.
Baca Juga: Serahkan 200 Sertifikat Tanah Pada Masyarakat, Ini Penjelasan Kepala Kanwil BPN Babel
Nantinya yakni mengenai siapa pelakunya, dimana tempatnya dan apa yang dikerjakan.
Pada 2024 nanti akan adalagi rilis tahap dua dengan nama sensus perekonomian dan pertanian.
Baca Juga: Amsal Sampetondok Lepas Jalan Santai Saribattangnga
"Tahap satu Ini baru tahap identifikasi namanya, dimana tempatnya kemudian kita bisa tahu berapa banyak komoditas apa. Kita ketahui komoditas itu dari tanaman pangan, perikanan dan peternakan itu masuk semua. Itu kita bicarakan potensi apa di Babel dari sisi tanaman pangan, perikanan dan peternakan," kata Kepala BPS Babel Toto dalam sambutannya.
Secara global, Toto menjelaskan, hasil sensus pertanian 2023 ini jumlah petani meningkat, terutama usaha tani perorangan diaman ada tiga cakupan yakni usaha petani perorangan, usaha tani berbadan hukum dan usaha pertanian lainnya.
Baca Juga: Maju Pileg Dapil Luwu Raya, Marji Rumpak Utamakan Moral dan Hati Nurani
"Usaha pertanian perorangan inilah target kita karena itu bagian sangat mengena langsung petani nelayan dan sebagainya, dan ini meningkat jumlahnya. Mungkin dikarenakan transisi dari pertambangan ke pertanian dan akibat Covid-19 banyak sektor terhenti mereka lari ke pertanian," katanya.
Lanjut dia, komoditas perkebunan seperti kelapa sawit, lada dan karet yang masih merajai di Babel dari hasil sensus tersebut.
Artinya dalam penjelasan Kepala BPS Babel masih banyak orang yang berkecimpung di komoditas tersebut.
"Komoditas kita merajai di sektor itu. Dari hasil pencatatan kita pemerintah memiliki kebijakan pro kepada petani, nelayan dan pelaku usaha baik di perkebunan, perikanan, pertanian dan tanaman pangan itu harus dilihat potensinya. Jadi fokus kita tidak hanya tambang timah tapi potensi pertanian di sini," katanya.