Menguak Sangarnya Pedang Bara Sangihe Khas Sulawesi Utara

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Selasa, 1 Juli 2025 | 01:27 WIB
Pedang Bara Sangihe (Indonesia Kaya)
Pedang Bara Sangihe (Indonesia Kaya)

KLIK SAJA - Di tengah lautan budaya Nusantara yang kaya, Pedang Bara Sangihe tampil mencolok dengan desainnya yang sangar dan aura magis yang melekat.

Pedang tradisional dari Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara ini memiliki bentuk menyerupai kepala naga yang seolah hendak menerkam musuh, menciptakan efek psikologis menakutkan saat terhunus di medan pertempuran.

Tidak hanya sebagai alat perang, pedang ini juga menjadi simbol kehormatan dan kekuatan masyarakat Sangihe.

Warisan Sejarah dan Kepahlawanan Hengkeng U Nang

Nama Pedang Bara Sangihe tak bisa dipisahkan dari sosok legendaris Hengkeng U Nang, pendekar dan pahlawan lokal yang menjadi simbol perlawanan terhadap penjajah Belanda.

Ia dikenal dengan julukan “Pedang Api Sangihe”, julukan yang merepresentasikan semangat berkobar untuk kemerdekaan.

Dalam setiap pertempuran, pedang inilah yang menemaninya, menjadi saksi bisu kegigihan rakyat Sangihe dalam menegakkan keadilan.

Keberanian Hengkeng U Nang dan kegagahan Pedang Bara Sangihe kini menjadi bagian dari narasi heroik masyarakat Sulawesi Utara.

Bahkan hingga kini, pedang ini masih sering tampil dalam upacara adat, penobatan raja, serta ritual keagamaan, sebagai simbol kekuatan, keberanian, dan penghormatan terhadap leluhur.

Keunikan dan Proses Pembuatan Pedang Bara Sangihe

Pedang ini bukan hanya menakutkan, tapi juga indah dan penuh makna. Bilahnya terbuat dari baja pilihan, dengan panjang antara 70 hingga 90 cm. Gagangnya dibuat dari kayu keras, dihiasi dengan ukiran motif tradisional, dan di ujungnya terdapat ornamen kepala naga, lambang keberanian dalam kepercayaan masyarakat Sangihe.

Proses pembuatannya sangat kompleks dan mengandalkan keahlian tangan perajin lokal.

Dari pemanasan, pembentukan, pengasahan hingga ukiran gagang, semua dilakukan secara manual dengan alat sederhana.

Tak heran jika satu pedang bisa memakan waktu berbulan-bulan, bahkan lebih, tergantung tingkat kerumitannya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Indonesia Kaya, Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X