Mengupas Asal Nama Kebayoran Baru dan Lama di Jakarta

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Minggu, 27 April 2025 | 09:51 WIB
suasana peresmian pasar Kebayoran di jaman Hindia Belanda (sindo)
suasana peresmian pasar Kebayoran di jaman Hindia Belanda (sindo)

KLIK SAJA - Bagi warga Jakarta, tentu tidak asing mendengar nama Kebayoran Baru dan Kebayoran Lama.

Sekilas, banyak yang mengira penamaan kedua daerah ini berasal dari warisan kolonial Belanda, mirip dengan Kemayoran.

Namun, ternyata asal-usul nama Kebayoran punya kisah tersendiri yang cukup menarik dan berbeda dari dugaan banyak orang.

Nama Kebayoran ternyata justru berakar dari tumbuhan lokal, yaitu pohon bayur.

Pohon bayur, atau dalam nama latinnya Pterospermum javanicum, adalah pohon besar yang dapat tumbuh hingga mencapai tinggi 45 meter.

Kayunya dikenal kuat dan tahan rayap, sehingga dulu banyak digunakan untuk bahan bangunan.

Dalam pelafalan khas Betawi, kata "bayur" berubah menjadi "bayor", sebagaimana orang Betawi menyebut "telur" menjadi "telor" atau "kebun" menjadi "kebon".

Dari sanalah muncul istilah kebayuran—yang berarti tempat berkumpulnya kayu bayur. Seiring waktu, kata ini disingkat menjadi Kebayoran.

Menurut Zaenuddin HM dalam bukunya Asal-usul Tempat-tempat di Jakarta Tempo Doeloe, dulu Kebayoran merupakan daerah di mana kayu-kayu bayur dikumpulkan dan diperdagangkan.

Hingga masa sebelum kemerdekaan Indonesia, Kebayoran masih merupakan sebuah distrik di bawah Kabupaten Meester Cornelis, yang kini menjadi wilayah Jatinegara.

Pada tahun 1938, bahkan pemerintah Hindia Belanda sempat merencanakan membangun lapangan terbang internasional di daerah ini.

Namun rencana tersebut batal karena pecahnya Perang Dunia II. Selepas kemerdekaan, pemerintah Indonesia memanfaatkan area tersebut untuk pengembangan kota baru.

Pada tahun 1969, wilayah ini kemudian dibagi menjadi Kebayoran Baru dan Kebayoran Lama.

Di tahun 1990, sebagian wilayah Kebayoran Lama bahkan dipisahkan lagi menjadi wilayah Pesanggrahan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X