Mengenal Tradisi Perang Topat, Toleransi Unik Umat Hindu dan Islam di Tanah Lombok

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Selasa, 25 Maret 2025 | 00:56 WIB
tradisi perang Topat, toleransi umat Hindu dan Islam (info publik)
tradisi perang Topat, toleransi umat Hindu dan Islam (info publik)

Perang Topat bukan hanya tentang saling melempar ketupat, melainkan juga melibatkan serangkaian kegiatan yang melibatkan kedua komunitas.

Gotong Royong Persiapan Upacara – Umat Hindu dan Muslim bekerja sama membersihkan dan menghias Pura Lingsar.

Pemasangan Abah-Abah dan Sabun Rah – Perlengkapan upacara dipasang bersama sebagai simbol persatuan.

Napak Tilas Negelingan Kerbau – Prosesi yang melambangkan sejarah dan kebersamaan kedua komunitas.

Persembahyangan Umat Hindu dan Doa Umat Muslim – Kedua agama melaksanakan ibadah masing-masing sebelum acara inti.

Bebeteh/Ngelukar – Ritual pembersihan diri dan lingkungan setelah acara selesai.

Perang Topat: Simbol Toleransi yang Tetap Lestari

Di tengah berbagai isu perbedaan agama yang kerap memicu konflik, Perang Topat justru menjadi contoh nyata bagaimana dua keyakinan bisa hidup berdampingan dengan damai. \

Tradisi bukan  hanya memperkaya khazanah budaya Indonesia, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan saling menghormati.

Bagi wisatawan, Perang Topat adalah momen langka untuk menyaksikan keindahan budaya Lombok yang penuh makna.

Bagi masyarakat setempat, ini adalah warisan leluhur yang harus terus dijaga agar persatuan dalam keberagaman tetap hidup.

Jika Anda berkunjung ke Lombok saat bulan purnama ketujuh, jangan lewatkan kesempatan menyaksikan Perang Topat di Pura Lingsar. Selain menyaksikan tradisi unik, Anda juga akan belajar bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang menyatukan.

Lombok bukan hanya tentang pantainya yang indah, tapi juga tentang toleransi yang menginspirasi.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X