Peraturan permainan behempas dapat dibedakan atas 2 bagian yaitu pukulan yang diperbolehkan dan pukulan yang tidak dilarang.
Pukulan yang diperbolehkan adalah apabila pemegang senjata dengan tangan kanan maka pukulan harus diarahkan ke bagian kiri dan bagian belakang lawan.
Kemudian, perserta yang memegang rotan dengan tangan kiri mengarahkan pukulamya ke samping kanan lawan bagian belakang.
Lalu ada pula pukulan yang diberi nama Ngadonekng, yaitu pukulan yang diarahkan pada bagian atas kepala dari bagian kanan menuju kebagian kiri dan harus menuju belakang lawan.
Selanjutnya ada pula pukulan Metik, yaitu pukulan melalui bagian atas lawan dengan menggunakan bagian ujung rotan.
Hal yang harus diperhatikan adalah pukulan yang dilarang adalah pukulan Nepok, yaitu pukulan yang sejajar dengan saloko menuju bagian pinggang lawan.
Hal yang pantang dilakukan adalah pukulan Nyilut adalah pukulan dari kiri bagian bawah menuju keatas bagian perut lawan, dada dan samping kiri lawan.
Kemudian larangan lain yaitu jenis pukulan Mobok, yaitu pukulan yang mengarah keatas bagian kepala lawan,
Aturan larangan terakhir adalah pukulan Merangkakng, yaitu pukulan yang diarahkan kebagian mata, dada, perut dan kemaluan lawan.
Behempas tidak lain merupakan latihan mental dan sikap, olahraga ini juga melatih ketangkasan dalam menggunakan senjata, hal tersebut sangat bermanfaat karena pada zaman dahulu Suku Dayak sangat sering berperang antar suku, sehingga pelatihan bela diri sangatlah dibutuhkan.***