Mengenal Behempas, Olahraga Tradisional Suku Dayak Yang Ajarkan Sifat Ksatria dan Sportifitas

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Rabu, 22 Januari 2025 | 08:45 WIB
Dua pria Dayak sedang duel Behempas (Instagram Luis Gustavo)
Dua pria Dayak sedang duel Behempas (Instagram Luis Gustavo)

KLIK SAJA - Behempas merupakan olahraga tradisional Suku Dayak Tunjung dan Suku Dayak Benuaq, Kalimantan Timur

Behempas bisa dikatakan olahraga yang ekstrem dikarenakan menggabungkan antara seni dan beladiri, di mana dua orang pria dewasa bertarung berhadap-hadapan saling memukul dengan rotan ke bagian belakang tubuh lawan.

Sekilas sangat mirip dengan olahraga tradisional duel di daerah Nusantara lainnya, namun yang membedakannya, Behempas menggunakan media rotan sebagai senjatanya.

Baca Juga: Mengenal Kain Sesek, Mahligai Kekayaan Suku Sasak

Bahempas saat ini sering diselenggarakan pada acara-acara adat di Kalimantan Timur seperti pada pesta adat Erau di Tenggarong dan Festival Dahau di Kutai Barat dan acara lainnya.

Behempas diambil dari kata bimpas yang artinya "berpukul-pukulan" atau "perang tanding" dengan cara berpukul-pukulan atau menghempaskan rotan.

Asal mula olahraga tradisional Behempas konon merupakan bagian dari upacara kematian Kwangkey di kalangan Suku Dayak Tunjung dan Suku Dayak Benuaq.

Dimana dalam kepercayaan suku Tunjung dan Benua, kwangkey pertama kali diselenggarakan di Temukng Mengkolop.

Pada jaman dahulu dalam pelaksanaanya kwangkey sering diadakan permainan seperti behempas, mencoret muka dengan arang, melempar nasi basi, lempar-lembaran api di tempat terbuka pada waktu malam hari, yang dilakukan oleh muda-mudi.

Baca Juga: Mengenal Batik Besurek Bengkulu, Warisan Keturunan Pengikut Pangeran Diponegoro

Semua jenis permainan ini dilakukan tak lain dalam rangka meningkatkan jiwa kesatria, persatuan dan kepahlawanan para pemuda.

Kemudian juga sebagai sarana penghiburan para roh yang meninggal di negeri arwah.

Pada masa kini Behempas tidak hanya dilakukan pada waktu Kwangkay, dan pada masa kini Behempas dilaksanakan pula pada upacara-upacara adat lainya atau pada acara pemerintahan.

Aturan Main

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Tags

Rekomendasi

Terkini

X