Sebelumnya Menerima Penerbangan Internasional, Bandara H.AS Hanandjoeddin di Belitung Kini Berubah Status Menjadi Domestik

photo author
Rama Nuansa, Klik Saja
- Rabu, 1 Mei 2024 | 10:16 WIB
Bandara H.AS Hanandjoeddin di Belitung Kini Berubah Status Menjadi Domestik (Foto: Ist)
Bandara H.AS Hanandjoeddin di Belitung Kini Berubah Status Menjadi Domestik (Foto: Ist)

Pangkalpinang, Klik Saja - Ramainya bandara Internasional yang berubah menjadi domestik, kini giliran Bandara HAS Hanandjoeddin di Belitung statusnya diubah.

Sebelumnya, penerbangan internasional memang memikat daya tarik wisata apalagi di Belitung terkenal objek nan indahnya.

Bandara HAS Hanandjoeddin Belitung kini resmi tidak lagi berstatus internasional usai Kemenhub melakukan efisensi terhadap 34 bandara internasional di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Apakah Khofifah Bakal Ikut dalam Kontestasi Pilkada di Jawa Timur Nantinya? PKB Akui Siap Jika Kembali Mencalonkan

Kini Indonesia hanya menyisakan 17 bandara internasional saja.

Hal tersebut menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bangka Belitung, karena beberapa tahun belakang terus diperjuangkan agar tetap statusnya internasional.

Terkait pencabutan status tersebut diungkapkan langsung Ketua DPRD Babel Herman Suhadi seusai agenda Paripurna, pada Selasa 30 April 2024.

Baca Juga: Kontrak Freeport Kembali Diperpanjang, Ini Alasannya

“Pihak kami berupaya untuk tetap mempertahankan status internasional, namun berbeda dengan pemerintah, mungkin tidak sama dengan apa yang kita inginkan,” ujar Herman Suhadi.

“Tidak hanya bandara kita, beberapa daerah lainnya pun mengalami pencabutan status bandaranya yang dari internasional menjadi domestik,” ujar Herman Suhadi.

Baca Juga: Pemerintah Arab Saudi Resmi Melarang Ibadah Umrah dengan Visa Wisata

Lebih lanjut, Herman Suhadi menyebut bahwa Bandara HAS Hanandjoeddin itu sekalipun tak lagi menyandang status internasional, tetap menambah prasarana untuk menarik para wisatawan.

“Mengingat destinasi pariwisata yang ada di Belitung, dari sarana prasarana sudah cukup memadai, sekalipun statusnya tak lagi internasional, tetap kami berharap ada penambahan sarana dan prasarana seperti Garbarata,” tutupnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rama Nuansa

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X