Adanya Penurunan Turbulensi Pajak Sektor Komoditas Timah, DJPB Babel Nilai Bakal Berdampak Buruk Bagi Pendapatan Provinsi Babel

photo author
Rama Nuansa, Klik Saja
- Senin, 29 April 2024 | 19:01 WIB
Adanya Penurunan Turbulensi Pajak Sektor Komoditas Timah, DJPB Babel Nilai Bakal Berdampak Buruk Bagi Pendapatan Provinsi Babel (Foto: Ist)
Adanya Penurunan Turbulensi Pajak Sektor Komoditas Timah, DJPB Babel Nilai Bakal Berdampak Buruk Bagi Pendapatan Provinsi Babel (Foto: Ist)

Dimana diketahui di triwulan pertama telah mencapai 16 persen.

“Yang kedua, ya memang Januari-Februari itu tidak ada (ekspor timah), tetapi ini sudah mulai (di Maret -April) setidaknya periode Maret itu sudah tercatat jadi optimis kedua itu,” terangnya.

Baca Juga: Pelaku KDRT Dinyatakan Tewas! Sempat Alami Perawatan Usai Menenggakkan Racun dan Menghabisi Istrinya dengan Senjata Tajam

“Ketiga optimisme secara kasat mata geliat ekonomi (tumbuh), seperti malam minggu tadi saya jalan dari Depati Hamzah hingga simpang lima itu, itu luar biasa sampe gak bisa lewat saya, saya optimis ya mudahan lebih tinggilah (pertumbuhan ekonomi) dari tahun kemarin,” sambung Edih.

Sementara untuk tantangan perekonomian Babel kedepan, lanjut Dia, adanya proses tata kelola timah sebenarnya dapat menjadi peluang yang baik untuk Babel.

Baca Juga: Usai Nekat Menikam Istri dengan Senjata Tajam Hingga Tewas, Pelaku Sengaja Menenggak Racun

Namun apabila tidak dimanfaatkan dengan baik, dirinya khawatir maka proses tata kelola timah malah menjadi ancaman serius, yang dapat membuat perekonomian Babel makin amburadul.

“Kalo ini menjadi satu momentum yang kita manfaatkan tentu akan banyak hal yang positif, terutama penerimaan pajak gak ada lagi penyelundupan-penyelundupan itu, semua akan bayar pajak tetapi sekali lagi kalo tidak dimanfaatkan secara maksimal dan baik maka justru akan kembali,” imbuh Edih.

Baca Juga: Kaget! Room Tour Kediaman Baru Moana, Ria Ricis Geram Ingin Bongkar Ruangan Itu

Disamping itu, dirinya juga berharap belanja pemerintah terus naik agar tidak stagnan, dan diharapkan di pihak swasta juga turut mendorong pertumbuhan ekonomi di Babel.

“Ya mudah-mudahan yang nama belanja pemerintah tidak melempem, dan belanja pemerintah itukan menjadi stimulus ya tidak hanya 16 persen. Tapi jangan lupa juga di dalam belanja pemerintah itu ada sirkulasi, swasta juga harus tetap mendorong,” pungkasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rama Nuansa

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X