Selanjutnya perang ketupat dilakukan oleh para tamu dari kalangan pejabat dan terakhir antar masyarakat setempat.
Wakil Bupati Bangka Barat, Bong Ming Ming, mengatakan, kegiatan ini merupakan tradisi turun menurun penduduk asli Tempilang yang diperkirakan ada sejak tahun 1.800.
"Perang ketupat tahun ini berbeda dengan tahun kemarin. Karena nuansa budaya dan kesenian, jauh lebih kental," kata Wakil Bupati Bangka Barat, Bong Ming Ming, Minggu (3/3).
Ia menambahkan, setiap tahun perang ketupat dilaksanakan dengan tujuan menjalin silaturahmi menjelang ibadah puasa pada bulan Ramadan.
"Bagaimana orang terdahulu, melestarikan kebudayaan ini, dari sisi keagamaan dan sebagainya, mempertahankan adat istiadatnya. Tidak berpengaruh adat dari luar. Boleh kita menggunakan teknologi, tetapi tetap berpegang teguh dengan adat istiadat lokal," katanya.
Baca Juga: Banyak Dilirik Investor Luar, Saham GOTO Turun Tajam 13 Persen
Mantan anggota DPRD Bangka Belitung ini, mengharapkan festival Perang Ketupat kedepannya selalu dapat dilestarikan kepada generasi yang akan datang.
"Kedepan kita harus benar-benar serius, terutama untuk dapat mendatangkan wisatawan bukan hanya lokal, tetapi mancanegara. Kedepan kita perkuat lagi dari pendanaan dan seni budayanya," tutup Bong Ming Ming.***
Artikel Terkait
Kabar Gembira Nih Buat Warga Babel, Maskapai Batik Air Kembali Buka Rute Penerbangan PP Jakarta-Bangka!
Resmikan Sistem Pemblokiran Fuelcard My Pertamina, Safrizal : Pemblokiran Subsidi Hanya Berlaku Bagi yang Tidak Bayar Pajak!
Lebih Dari 500 Saka Wirakartika Ikuti Kegiatan Persami dan Penanaman Pohon dari Korem 045 Gaya Babel, Berikut Harapannya
Siapkan Sebanyak 358 Personel, Polres Bangka Siap Amankan Pemilu 2024
Dapat Respon Positif Fakultas Ekonomika dan Bisnis Lakukan Baksos Bagi Sembako