Ekbis, Klik Saja - Meskipun harga dari emiten saham GOTO alami menukik tajam, tampaknya sejumlah investor asing masih melirik dua perusahaan berwarna hijau tersebut.
Diketahui Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) rajin dilego investor asing selama sepekan seiring perusahaan menggelar paparan publik atau public expose (pubex) insidentil pada Rabu (28/2).
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham GOTO ditutup turun 2,82 persen secara harian ke level Rp69 per saham pada Jumat (1/3).
Baca Juga: Saham Cinta Laura (OASA) Anjlok 20 Persen, Bahkan Masuk Dalam ETD
Dalam sepekan, saham GOTO amblas 12,66 persen dan dalam sebulan anjlok 20,69 persen.
Penurunan tersebut di tengah asing melakukan jual bersih (net sell) Rp161,89 miliar dalam seminggu di pasar reguler.
Sementara, dalam sebulan, net sell asing mencapai Rp339,35 miliar.
Baca Juga: Progres Kantor Presiden di IKN Capai 74%, Diana Kusumastuti : Saya Optimis Bisa Selesai
Secara teknikal, saham GOTO—yang masih downtrend—berada di level support terdekat, yakni level 69 yang merupakan area Fibonacci 23,6 persen.
Sementara, dalam tinjauan dimiliki menyebut bahwa area resistance terdekat berada di 78 dan 85 dalam fluktuatif harga emiten saham GOTO.
Sebelumnya, GOTO menggelar public expose secara daring (online) pada Rabu (28/2), mulai pukul 10.00 WIB hingga sekitar 11.15 WIB.
Baca Juga: Dapat Respon Positif Fakultas Ekonomika dan Bisnis Lakukan Baksos Bagi Sembako
Dalam pubex, manajemen memaparkan sejumlah isu penting dan perkembangan GOTO ke depan, mulai dari penjelasan latar belakang dan manfaat dari transaksi Tokopedia-TikTok.
Bahkan dari informasi terkini kemitraan shop (Tokopedia), penjelasan mengenai nilai akuisisi PT Tokopedia, kinerja keuangan dan operasional perseroan, peta jalan strategi perseroan untuk 2024, hingga rencana aksi korporasi.
Manajemen GOTO, misalnya, mengestimasi komitmen investasi TikTok ke Tokopedia, bisa mencapai Rp177 miliar setiap kuartal. Total GoTo bisa meraup Rp708 miliar per tahun.
Artikel Terkait
Begini Untuk Harga Emas Perhiasan 70 Persen Hari Ini
Target Lada Bersih Hingga Rp 1,16 Triliun Pada Penutup Tahun 2023, Emiten Saham CMNP Milik Jusuf Hamka Bersiap untuk Melesat
Minyak Kembali Bertenaga Usai Merosot Tajam, Akankah Menjadi Harga Tertinggi Menuju Tahun 2024?
Saham GZCO Meroket Tajam, Dibalik Nama Prajogo Pangestu Hilang sejak Oktober
Saham Cinta Laura (OASA) Anjlok 20 Persen, Bahkan Masuk Dalam ETD