Seorang ibu boleh mengikuti pendapat yang diyakini paling sesuai tanpa perlu menyalahkan pandangan lain.
Dalam Islam, kesalahan karena lupa, tidak tahu, atau tidak sengaja tidak dihitung sebagai dosa. Namun, kewajiban qadha dan/atau fidyah tetap harus ditunaikan karena merupakan “utang” ibadah yang perlu dilunasi.
Tips Sukses Menyusui saat Puasa Ramadan
Walaupun mendapat keringanan, ibu menyusui tetap diperbolehkan berpuasa jika merasa sanggup dan yakin tidak membahayakan diri sendiri maupun bayinya.
Sebelum memutuskan berpuasa, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter agar kondisi kesehatan ibu dan bayi dapat dinilai secara menyeluruh.
Baca Juga: Tidak Melulu Poster Karton! 7 Ide Unik Atribut Pawai Ramadan, Dijamin Seru dan Beda
Secara umum, menyusui sambil berpuasa relatif aman jika kondisi tubuh mendukung. Namun, ibu perlu segera membatalkan puasa jika mengalami tanda-tanda berikut:
Tanda Bahaya pada Ibu:
- Lemas berlebihan
- Pusing atau hampir pingsan
- Air seni berwarna sangat pekat
- Nyeri atau keluhan fisik berat lainnya
Tanda Bahaya pada Bayi:
- Frekuensi buang air kecil berkurang
- Bayi rewel sepanjang hari
- Berat badan bayi menurun
Jika muncul tanda-tanda tersebut, kesehatan ibu dan bayi harus menjadi prioritas utama.
Pada akhirnya, setiap ibu memiliki kondisi yang berbeda. Jangan memaksakan diri jika tubuh belum siap.
Ramadan adalah bulan penuh rahmat dan kemudahan, dan Islam memberikan keringanan demi menjaga keselamatan serta kesehatan umatnya.
Semoga informasi ini membantu, dan semoga ibadah Ramadan tetap berjalan dengan tenang dan penuh keberkahan.***