Sensitivitas meningkat karena pikiran sedang memproses banyak hal sekaligus.
Bahkan orang yang biasanya santai pun bisa ikut terbawa. Lingkungan punya peran besar dalam emosi jelang puasa.
Lebih sensitif menjelang puasa bukan berarti kamu gagal menjadi sabar.
Itu adalah kombinasi dari adaptasi tubuh, perubahan pola makan, kualitas tidur, dan tekanan psikologis yang sering tidak disadari.
Baca Juga: Berikut Daftar Pantangan Saat Perayaan Imlek, Diyakini Pertanda Buruk Jika Dilakukan
Yang penting adalah mengenali bahwa ini fase transisi, bukan kondisi permanen.
Beri ruang untuk diri sendiri, jaga energi, dan jalani Ramadhan dengan pelan-pelan.
Karena puasa bukan soal menahan emosi sempurna, tapi belajar memahami diri lebih dalam.***