lifestyle

Mengenal Sumpit, Alat Makan Sederhana yang Miliki Sejarah Panjang

Minggu, 8 Juni 2025 | 15:06 WIB
penggunaan sumpit (the japan guy)

KLIK SAJA - Bagi kamu penggemar masakan mie, mungkin diantara kalian ada yang menyantapnya dengan menggunakan sumpit.

Tahukah kamu, alat makan ini ternyata memiliki sejarah yang panjang dalam kuliner Asia.

Sumpit umumnya digunakan sebagai alat makan pilihan di seluruh Asia, bahkan telah menyebar ke berbagai penjuru dunia.

Alat makan sederhana ini memiliki sejarah yang menarik dan diyakini telah ada sejak sekitar 5.000 tahun yang lalu.

Mulanya, sumpit hanyalah ranting biasa yang digunakan untuk mengambil makanan dari dalam panci saat memasak.

Contoh sumpit paling awal diketahui berasal dari sekitar tahun 1200 SM dan ditemukan di Provinsi Henan, Tiongkok—daerah yang juga menjadi tempat ditemukannya alat tulis kuno.

Namun, seiring berkembangnya cara memasak, para juru masak menyadari bahwa mereka bisa memasak lebih cepat dan menghemat bahan bakar dengan memotong makanan menjadi bagian-bagian kecil.

Metode ini menghilangkan kebutuhan akan pisau di meja makan dan membuat sumpit menjadi alat makan yang lebih umum digunakan.

Menjelang abad ke-5 Masehi, sumpit telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya makan masyarakat.

Popularitas sumpit di Tiongkok juga sering dikaitkan dengan zaman filsuf ternama, Kong Hu Cu (Confucius), yang menolak kekerasan dan tidak menyukai keberadaan benda tajam di meja makan.

Ketidaksukaannya terhadap pisau mendorongnya untuk mencari alternatif yang lebih lembut, dan sumpit dengan ujung tumpul dianggap lebih sesuai dengan sifatnya yang penuh welas asih.

Confucius pernah berkata: “Orang terhormat menjauh dari rumah pemotongan hewan dan dapur. Dan ia tidak mengizinkan pisau di meja makannya.”

Menjelang tahun 500 M, sumpit tidak hanya digunakan secara luas di Tiongkok, tetapi juga telah menjadi alat makan pokok di rumah tangga di Jepang, Korea, dan Vietnam.

Pada masa-masa awal tersebut, versi sumpit di negara-negara tersebut bahkan disambungkan di bagian atasnya dengan sepotong bambu dan biasanya hanya digunakan dalam upacara keagamaan.

Halaman:

Tags

Terkini