lifestyle

4 Alasan Kamu Tidak Harus Ambil Pinjol Dalam Atasi Masalah Keuangan

Kamis, 10 April 2025 | 05:33 WIB
ilustrasi pemakaian pinjol dalam keseharian (freepik)

KLIK SAJA - Ketika berada dalam kondisi keuangan yang sulit, seperti butuh dana mendesak untuk biaya pendidikan, pengobatan, atau kebutuhan mendesak lainnya, banyak orang tergoda untuk mengambil jalan pintas: pinjaman online alias pinjol.

Sekilas, solusi ini tampak praktis—cukup dari ponsel, dana bisa langsung cair ke rekening. Namun, di balik kemudahan itu tersimpan banyak risiko yang tidak bisa dianggap remeh.

Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa tingkat kredit macet pinjol cukup tinggi.

Artinya, banyak orang kesulitan untuk membayar kembali pinjaman online mereka.

 Berikut ini empat alasan kuat mengapa kamu sebaiknya berpikir dua kali sebelum mengambil pinjol saat diterpa masalah keuangan.

  1. Cenderung Konsumtif / Paylater

Pinjol sering kali tidak digunakan untuk kebutuhan yang benar-benar mendesak, tetapi justru untuk keperluan konsumtif seperti belanja online, liburan, atau membeli barang-barang yang tidak esensial.

Hal ini membuat pinjaman semakin sulit dilunasi karena tidak menghasilkan nilai tambah secara finansial.

Alih-alih menyelesaikan masalah, pinjol justru bisa menciptakan masalah baru yang lebih besar.

Maka dari itu, Ketika kamu memutuskan untuk lakukan pinjaman online, apakah memang mendesak, atau hanya ingin membeli barang konsumtif seperti aplikasi pay later

  1. Bunga Kerap Tinggi

Salah satu jebakan terbesar dari pinjaman online adalah bunga yang tinggi dan sistem bunga majemuk.

Banyak pinjol mematok bunga yang jauh di atas bunga pinjaman konvensional.

Dalam waktu singkat, utang bisa membengkak dua hingga tiga kali lipat dari jumlah awal.

Ini membuat kamu harus membayar lebih dari yang kamu pinjam, bahkan jika kamu hanya telat beberapa hari.

Sebelum memutuskan, pelajari lebih lanjut tentang pengenaan bunga pada aplikasi pinjol.

Halaman:

Tags

Terkini