Di langit kedua, beliau bertemu dengan Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS.
Di langit ketiga, beliau bertemu dengan Nabi Yusuf AS.
Di langit keempat, beliau bertemu dengan Nabi Idris AS.
Di langit kelima, beliau bertemu dengan Nabi Harun AS.
Di langit keenam, beliau bertemu dengan Nabi Musa AS.
Dan di langit ketujuh, beliau bertemu dengan Nabi Ibrahim AS.
Setiap pertemuan dengan para nabi ini memberikan pelajaran dan hikmah tersendiri bagi Nabi Muhammad SAW.
Puncak dari perjalanan Miraj adalah ketika Nabi Muhammad SAW mencapai Sidratul Muntaha, sebuah pohon bidara yang sangat besar yang menjadi batas akhir pengetahuan para malaikat.
Di sinilah beliau berdialog langsung dengan Allah SWT dan menerima perintah untuk melaksanakan sholat lima waktu.
Peristiwa Miraj ini menunjukkan betapa tinggi kedudukan Nabi Muhammad SAW di sisi Allah SWT dan betapa istimewanya ibadah sholat dalam agama Islam.
4. Signifikansi Isra Miraj dalam Perkembangan Islam
Peristiwa Isra Miraj memiliki signifikansi yang sangat besar dalam perkembangan Islam.
Berikut beberapa poin penting mengenai signifikansi tersebut:
-
Penetapan Ibadah Sholat: Perintah sholat lima waktu yang diterima langsung oleh Nabi Muhammad SAW saat Miraj menjadi salah satu rukun Islam yang paling utama dan mendasar. Sholat menjadi identitas seorang muslim dan sarana komunikasi langsung dengan Allah SWT.
-
Penguatan Keimanan: Perjalanan Isra Miraj yang penuh dengan keajaiban dan tanda-tanda kekuasaan Allah SWT semakin menguatkan keimanan Nabi Muhammad SAW dan para pengikutnya. Hal ini juga menjadi bukti nyata bagi kaum muslimin akan kebenaran risalah Islam.