Setelah tiba di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW kemudian melanjutkan perjalanan naik ke langit (Miraj) hingga mencapai Sidratul Muntaha, sebuah tempat yang sangat tinggi di sisi Allah SWT.
Di sinilah beliau menerima perintah langsung dari Allah SWT untuk melaksanakan sholat lima waktu, yang kemudian menjadi salah satu rukun Islam yang utama.
2. Perjalanan Isra: Dari Makkah ke Yerusalem
Perjalanan Isra dimulai dari Masjidil Haram di Makkah.
Menurut berbagai riwayat, Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan ini dengan mengendarai Buraq, yaitu sejenis makhluk langit yang sangat cepat.
Dalam perjalanan menuju Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW diperlihatkan berbagai peristiwa dan tanda-tanda kebesaran Allah SWT.
Beliau juga bertemu dan berinteraksi dengan ruh para nabi terdahulu, seperti Nabi Adam AS, Nabi Musa AS, dan Nabi Isa AS.
Pertemuan ini menunjukkan kesinambungan risalah kenabian dari zaman ke zaman dan mengukuhkan posisi Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir dan penutup para nabi.
Setibanya di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW kemudian mengimami sholat berjamaah yang diikuti oleh para ruh nabi tersebut.
Hal ini menunjukkan kepemimpinan spiritual Nabi Muhammad SAW atas seluruh nabi dan rasul.
Perjalanan Isra ini bukan hanya sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang penuh dengan makna dan pelajaran.
3. Kenaikan Miraj: Menembus Langit hingga Sidratul Muntaha
Setelah melaksanakan sholat di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW melanjutkan perjalanan naik ke langit (Miraj) bersama Malaikat Jibril.
Beliau menembus tujuh lapis langit dan bertemu dengan para nabi di setiap tingkatan langit.
Di langit pertama, beliau bertemu dengan Nabi Adam AS.