Air putih adalah pilihan terbaik dan wajib hukumnya.
Selain itu, beberapa jenis jus buah yang tidak terlalu asam seperti jus pepaya atau jus melon juga bisa menjadi pilihan yang lebih aman.
Hindari juga minuman fermentasi yang mengandung gas, seperti kombucha, terutama saat perut sedang tidak baik-baik saja.
2. Batasi Konsumsi Minuman Berkafein dan Beralkohol
Tips kedua yang perlu diperhatikan adalah membatasi konsumsi minuman berkafein dan beralkohol.
Kafein, yang banyak terdapat dalam kopi, teh (terutama teh hitam yang kuat), dan minuman energi, dapat merangsang produksi asam lambung.
Bagi penderita maag, peningkatan asam lambung ini bisa memicu gejala seperti nyeri ulu hati, mual, dan muntah.
Begitu juga dengan alkohol.
Alkohol dapat mengiritasi lapisan lambung dan meningkatkan produksi asam lambung, sehingga sebaiknya dihindari atau dikonsumsi dalam jumlah yang sangat terbatas.
Jika kamu terbiasa minum kopi atau teh, cobalah untuk mengurangi frekuensinya atau beralih ke pilihan yang lebih aman seperti teh herbal yang tidak mengandung kafein, misalnya teh chamomile atau teh jahe.
Untuk kopi, kamu bisa mencoba kopi decaf atau mengurangi konsentrasinya.
Ingat, batasan konsumsi setiap orang bisa berbeda-beda, jadi penting untuk mendengarkan respon tubuhmu.
3. Pilih Minuman yang Bersifat Menenangkan dan Tidak Terlalu Panas atau Dingin
Tips ketiga adalah memilih minuman yang bersifat menenangkan bagi lambung dan menghindari minuman yang terlalu panas atau terlalu dingin.
Minuman yang terlalu panas bisa mengiritasi lapisan lambung yang sensitif pada penderita maag.