Gejala sinusitis akut yang disebabkan oleh infeksi virus biasanya muncul beberapa hari setelah gejala flu pertama kali muncul.
Anda mungkin awalnya mengalami hidung berair dan bersin-bersin, lalu kemudian hidung menjadi tersumbat dan mengeluarkan lendir yang lebih kental, bahkan berwarna kuning atau hijau.
Anda juga mungkin merasakan sakit kepala, nyeri wajah, dan kehilangan indra penciuman.
Cara Mencegah Sinusitis Akut Akibat Infeksi Virus:
- Rajin Mencuci Tangan: Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik adalah cara paling efektif untuk mencegah penyebaran virus penyebab flu. Lakukan ini terutama setelah batuk atau bersin, sebelum makan, dan setelah berada di tempat umum.
- Hindari Menyentuh Wajah: Virus dapat dengan mudah masuk ke tubuh melalui mata, hidung, dan mulut. Hindari menyentuh wajah Anda dengan tangan yang belum dicuci.
- Dapatkan Vaksinasi Flu Tahunan: Vaksinasi flu dapat membantu melindungi Anda dari berbagai jenis virus influenza yang dapat menyebabkan flu dan berpotensi memicu sinusitis akut.
- Jaga Jarak dengan Orang Sakit: Sebisa mungkin, hindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit flu atau menunjukkan gejala infeksi pernapasan lainnya.
- Tingkatkan Sistem Kekebalan Tubuh: Konsumsi makanan bergizi, tidur yang cukup, dan berolahraga secara teratur dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh Anda sehingga lebih mampu melawan infeksi virus.
- Gunakan Tissue Saat Batuk atau Bersin: Tutup mulut dan hidung Anda dengan tissue saat batuk atau bersin, lalu segera buang tissue ke tempat sampah. Jika tidak ada tissue, gunakan bagian dalam siku Anda, bukan telapak tangan.
2. Infeksi Bakteri: Komplikasi yang Perlu Diwaspadai
Meskipun infeksi virus adalah penyebab utama sinusitis akut, infeksi bakteri juga dapat menjadi penyebab, terutama sebagai infeksi sekunder setelah infeksi virus.
Ketika saluran sinus tersumbat akibat peradangan virus, lendir yang menumpuk di dalamnya dapat menjadi tempat berkembang biak yang ideal bagi bakteri.
Infeksi bakteri pada sinus biasanya ditandai dengan gejala yang lebih parah dan berlangsung lebih lama dibandingkan dengan infeksi virus.
Gejala seperti demam tinggi, nyeri wajah yang hebat, dan keluarnya lendir hidung yang berwarna kuning atau hijau yang kental seringkali menjadi indikasi adanya infeksi bakteri.
Terkadang, sinusitis akut yang awalnya disebabkan oleh virus dapat berkembang menjadi sinusitis bakteri jika gejala tidak membaik setelah 10 hari atau justru memburuk setelah sempat membaik.
Cara Mencegah Sinusitis Akut Akibat Infeksi Bakteri:
- Obati Infeksi Virus dengan Tepat: Jangan menganggap remeh infeksi virus seperti flu. Istirahat yang cukup dan minum banyak cairan dapat membantu tubuh Anda melawan virus secara efektif dan mengurangi risiko terjadinya infeksi bakteri sekunder.
- Hindari Iritasi pada Saluran Hidung: Paparan terhadap asap rokok, polusi udara, dan bahan kimia iritan dapat melemahkan pertahanan alami saluran hidung dan meningkatkan risiko infeksi bakteri. Hindari paparan terhadap iritan-iritan ini sebisa mungkin.
- Gunakan Semprotan Hidung Saline: Semprotan hidung saline dapat membantu menjaga kelembapan saluran hidung dan membersihkan lendir, sehingga mencegah penumpukan lendir yang dapat menjadi tempat berkembang biak bakteri.
- Kelola Alergi dengan Baik: Jika Anda memiliki alergi, pastikan Anda mengelolanya dengan baik sesuai dengan anjuran dokter. Peradangan akibat alergi dapat menyumbat saluran sinus dan meningkatkan risiko infeksi bakteri.
- Jangan Menggunakan Antibiotik Sembarangan: Penggunaan antibiotik yang tidak tepat atau tidak sesuai anjuran dokter dapat menyebabkan resistensi bakteri dan membuat infeksi bakteri di masa depan lebih sulit diobati. Antibiotik hanya efektif untuk infeksi bakteri, bukan virus.
3. Alergi: Pemicu Peradangan pada Saluran Hidung
Alergi adalah respons sistem kekebalan tubuh yang berlebihan terhadap zat-zat yang sebenarnya tidak berbahaya, seperti serbuk sari, debu, bulu binatang, atau jamur.
Ketika Anda terpapar alergen (zat pemicu alergi), tubuh Anda akan melepaskan histamin dan zat kimia lainnya yang dapat menyebabkan peradangan pada saluran hidung.
Peradangan ini dapat menyebabkan hidung tersumbat, pilek, bersin-bersin, dan mata berair.