KLIK SAJA - Hari Valentine, perayaan kasih sayang yang jatuh setiap tanggal 14 Februari, tak pernah lepas dari kehadiran cokelat.
Kotak-kotak cokelat berbentuk hati, cokelat batangan dengan bungkus merah muda, hingga praline mewah menjadi pemandangan umum di toko-toko menjelang hari spesial ini.
Namun, pernahkah kamu bertanya-tanya, bagaimana cokelat bisa menjadi hadiah yang begitu identik dengan Valentine’s Day?
Ternyata, sejarah cokelat sebagai hadiah Valentine memiliki perjalanan yang panjang dan menarik, lho!
Baca Juga: Cokelat dan Romansa: Mengapa Rasa Manis Ini Mampu Menghangatkan Hati
Yuk, kita telusuri jejak rasa manis ini dari masa ke masa, mulai dari tradisi kuno hingga tren modern yang kita kenal sekarang.
1. Awal Mula Cokelat di Peradaban Kuno: Lebih dari Sekadar Makanan Manis
Jauh sebelum Valentine’s Day dirayakan seperti sekarang, cokelat telah memiliki sejarah yang kaya di peradaban kuno Mesoamerika, seperti suku Maya dan Aztec.
Pada masa itu, cokelat tidak dinikmati dalam bentuk batangan manis seperti yang kita kenal.
Cokelat lebih sering dikonsumsi sebagai minuman pahit yang terbuat dari biji kakao yang digiling, air, cabai, dan rempah-rempah.
Minuman ini memiliki nilai spiritual dan sering digunakan dalam ritual keagamaan serta upacara penting.
Biji kakao bahkan sangat berharga hingga digunakan sebagai mata uang.
Meskipun belum secara langsung terkait dengan romansa, nilai eksklusif dan pentingnya cokelat di masyarakat kuno ini menjadi cikal bakal asosiasinya dengan sesuatu yang istimewa dan berharga.
2. Cokelat Tiba di Eropa: Kemewahan Para Bangsawan