lifestyle

Mitos dan Fakta: Apa Sebenarnya Masuk Angin dan Bagaimana Cara Mencegahnya?

Senin, 23 Juni 2025 | 05:28 WIB
Mitos dan Fakta: Apa Sebenarnya Masuk Angin dan Bagaimana Cara Mencegahnya? (Dibuat oleh Vicky Hayden Alzaini dengan menggunakan Meta AI)

Selain itu, pada beberapa orang, terutama anak-anak, lansia, atau orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, "masuk angin" dapat berkembang menjadi infeksi yang lebih serius seperti sinusitis, otitis media (infeksi telinga tengah), atau bronkitis.

Oleh karena itu, penting untuk tetap menjaga kondisi tubuh dan mencegah "masuk angin" sebisa mungkin.

2. Fakta Sebenarnya tentang Masuk Angin dan Penyebabnya

Setelah meluruskan beberapa mitos, mari kita bahas fakta sebenarnya tentang "masuk angin" dan apa yang sebenarnya menjadi penyebabnya.

Fakta 1: Masuk angin disebabkan oleh virus.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, penyebab utama "masuk angin" adalah infeksi virus pada saluran pernapasan atas.

Ada berbagai jenis virus yang dapat menyebabkan gejala "masuk angin", tetapi yang paling umum adalah rhinovirus.

Virus-virus ini sangat mudah menular dan dapat menyebar melalui udara atau kontak langsung dengan permukaan yang terkontaminasi.

Fakta 2: Virus menyebar melalui droplet dan kontak langsung.

Virus penyebab "masuk angin" dapat menyebar melalui droplet (percikan air liur atau lendir) yang dikeluarkan saat seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin.

Jika droplet ini terhirup oleh orang lain, mereka dapat tertular virus.

Selain itu, virus juga dapat menempel pada permukaan benda-benda yang sering disentuh, seperti gagang pintu, tombol lift, atau peralatan makan.

Jika seseorang menyentuh permukaan yang terkontaminasi dan kemudian menyentuh wajahnya (terutama mata, hidung, atau mulut), virus dapat masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan infeksi.

Fakta 3: Gejala masuk angin bervariasi tetapi umumnya meliputi hidung tersumbat atau berair, sakit tenggorokan, batuk, bersin, dan badan pegal-pegal.

Gejala "masuk angin" dapat bervariasi dari satu orang ke orang lain, tergantung pada jenis virus yang menginfeksi dan kondisi kesehatan individu.

Halaman:

Tags

Terkini