Beberapa jenis jamur, seperti jamur kancing (champignon) dan jamur tiram, memiliki kandungan purin yang sedang.
Oleh karena itu, penderita asam urat sebaiknya tidak mengonsumsi jamur-jamur ini dalam jumlah yang terlalu banyak.
Konsumsi jamur dalam porsi kecil dan tidak terlalu sering mungkin masih dapat diterima oleh sebagian orang.
Namun, bagi mereka yang sangat sensitif terhadap purin, sebaiknya lebih berhati-hati dalam mengonsumsi jamur jenis ini.
Perlu diingat bahwa tidak semua jenis jamur memiliki kandungan purin yang sama.
Beberapa jenis jamur lain mungkin memiliki kandungan purin yang lebih rendah.
Namun, untuk amannya, sebaiknya penderita asam urat membatasi konsumsi semua jenis jamur atau mengonsultasikannya terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi.
Jika Anda sangat menyukai jamur, mungkin Anda bisa mencari alternatif bahan makanan lain yang memiliki rasa umami serupa namun lebih rendah purin.
4. Kembang Kol: Meskipun Sehat, Perhatikan Porsinya
Kembang kol adalah sayuran cruciferous yang dikenal memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk kandungan serat dan vitamin C yang tinggi.
Kembang kol juga sering direkomendasikan sebagai bagian dari diet sehat.
Namun, bagi penderita asam urat, kembang kol termasuk dalam kelompok sayuran dengan kandungan purin sedang.
Oleh karena itu, konsumsi kembang kol sebaiknya tidak berlebihan.
Perhatikan porsi konsumsi Anda dan jangan mengonsumsinya terlalu sering, terutama jika Anda sedang mengalami serangan asam urat atau kadar asam urat Anda sedang tinggi.
Anda bisa mencari alternatif sayuran cruciferous lain yang mungkin lebih rendah purin, seperti brokoli.