Ketika buah diolah menjadi jus, kulit dan ampas buah yang kaya akan serat biasanya dibuang.
Akibatnya, jus buah hanya mengandung sedikit atau bahkan tidak mengandung serat sama sekali.
Oleh karena itu, meskipun jus buah dapat memberikan asupan vitamin dan mineral, kita kehilangan manfaat serat yang sangat besar yang bisa kita dapatkan dari mengonsumsi buah utuh secara langsung.
Faktanya, mengonsumsi buah utuh lebih disarankan karena kandungan seratnya yang utuh, yang memberikan berbagai manfaat kesehatan yang tidak bisa sepenuhnya kita dapatkan dari jus buah.
2. Mitos: Jus Buah adalah Cara Praktis Mendapatkan Vitamin dan Mineral. Fakta: Meskipun Benar, Buah Utuh Menyediakan Lebih Banyak Nutrisi Secara Keseluruhan.
Memang benar bahwa jus buah dapat menjadi cara yang praktis untuk mendapatkan asupan vitamin dan mineral, terutama bagi orang yang mungkin kesulitan mengonsumsi buah utuh dalam jumlah yang cukup.
Namun, selain serat yang hilang, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa proses pembuatan jus dapat mengurangi kandungan nutrisi tertentu dalam buah, terutama vitamin yang sensitif terhadap panas atau oksidasi.
Selain itu, buah utuh juga mengandung berbagai macam fitokimia dan antioksidan lain yang mungkin tidak sepenuhnya terdapat dalam jus buah.
Fitokimia adalah senyawa alami dalam tumbuhan yang memiliki berbagai manfaat kesehatan, seperti melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan dan mengurangi risiko penyakit kronis.
Dengan mengonsumsi buah utuh, kita mendapatkan manfaat sinergis dari berbagai macam nutrisi dan senyawa bioaktif yang bekerja bersama untuk meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
Meskipun jus buah dapat menjadi pilihan yang baik dalam situasi tertentu, buah utuh tetap merupakan sumber nutrisi yang lebih lengkap dan seimbang.
3. Mitos: Semua Gula dalam Jus Buah Alami dan Tidak Berbahaya. Fakta: Gula Alami dalam Jus Tetap Dapat Menyebabkan Lonjakan Gula Darah dan Berkontribusi pada Masalah Kesehatan Jika Dikonsumsi Berlebihan.
Seringkali kita mendengar bahwa gula dalam jus buah adalah gula alami (fruktosa) yang tidak berbahaya seperti gula tambahan.
Meskipun fruktosa memang gula alami yang terdapat dalam buah, dalam bentuk jus, gula ini menjadi lebih terkonsentrasi dan lebih cepat diserap oleh tubuh karena tidak lagi terikat dengan serat.
Penyerapan gula yang cepat ini dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang signifikan, yang jika terjadi berulang kali dapat memberikan tekanan pada pankreas dan berpotensi meningkatkan risiko resistensi insulin dan diabetes tipe 2.