Mengintegrasikan produk kedelai seperti tahu, tempe, susu kedelai, dan edamame ke dalam makanan sehari-hari adalah cara yang mudah dan efektif untuk memanfaatkan manfaat protein kedelai dalam menjaga kesehatan kolesterol.
2. Kekuatan Isoflavon dalam Mempengaruhi Metabolisme Kolesterol di Hati
Kedelai mengandung senyawa alami yang disebut isoflavon.
Isoflavon adalah jenis fitoestrogen, yang berarti mereka memiliki struktur kimia yang mirip dengan hormon estrogen manusia.
Meskipun tidak bekerja persis seperti estrogen dalam tubuh, isoflavon telah terbukti memiliki berbagai efek kesehatan, termasuk kemampuannya untuk mempengaruhi metabolisme kolesterol di hati.
Penelitian menunjukkan bahwa isoflavon dalam protein kedelai dapat berinteraksi dengan reseptor LDL (Low-Density Lipoprotein) di hati.
Interaksi ini diduga dapat meningkatkan aktivitas reseptor LDL, yang bertanggung jawab untuk mengeluarkan kolesterol LDL dari aliran darah.
Dengan meningkatkan jumlah reseptor LDL yang aktif, lebih banyak kolesterol LDL dapat diikat dan dikeluarkan dari darah oleh hati, sehingga menurunkan kadar kolesterol LDL secara keseluruhan.
Selain itu, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa isoflavon dapat membantu mengurangi produksi kolesterol oleh hati.
Meskipun mekanisme pastinya masih terus diteliti, efek isoflavon pada metabolisme kolesterol di hati merupakan salah satu alasan utama mengapa protein kedelai dianggap bermanfaat untuk menurunkan kolesterol tinggi.
3. Meningkatkan Ekskresi Asam Empedu untuk Membuang Kelebihan Kolesterol dari Tubuh
Protein kedelai juga dapat membantu menurunkan kolesterol melalui mekanisme lain, yaitu dengan meningkatkan ekskresi asam empedu dari tubuh.
Asam empedu diproduksi di hati dari kolesterol dan berperan penting dalam membantu pencernaan dan penyerapan lemak di usus.
Setelah menjalankan tugasnya, sebagian besar asam empedu akan diserap kembali ke dalam tubuh dan digunakan kembali.
Namun, protein kedelai diduga dapat mengikat asam empedu di usus, sehingga mencegah penyerapannya kembali.