Kesalahan ketiga yang sering dilupakan adalah tidak memeriksa riwayat kendaraan (vehicle history report).
Riwayat kendaraan bisa memberikan informasi penting mengenai apakah mobil tersebut pernah mengalami kecelakaan, kerusakan parah, banjir, atau memiliki catatan kilometer yang mencurigakan.
Dengan mengetahui riwayat kendaraan, kamu bisa menghindari membeli mobil bekas yang bermasalah dan berpotensi menimbulkan kerugian di kemudian hari.
Cara Menghindarinya: Sebelum memutuskan untuk membeli, mintalah nomor VIN (Vehicle Identification Number) mobil kepada penjual.
Kemudian, gunakan nomor VIN tersebut untuk memeriksa riwayat kendaraan melalui berbagai layanan online yang tersedia.
Layanan ini biasanya berbayar, namun informasi yang kamu dapatkan bisa sangat berharga untuk menghindari membeli "kucing dalam karung".
Pastikan riwayat kendaraan mobil tersebut bersih dan tidak ada catatan yang mencurigakan.
Jika ada riwayat kecelakaan atau kerusakan parah, pertimbangkan kembali keputusanmu atau lakukan pemeriksaan yang lebih mendalam.
4. Hanya Terpaku pada Harga Murah
Kesalahan keempat adalah hanya terpaku pada harga yang paling murah tanpa mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti kondisi, riwayat, dan reputasi penjual.
Memang, mendapatkan mobil bekas dengan harga murah tentu sangat menggiurkan.
Namun, harga murah seringkali mengindikasikan adanya masalah pada mobil tersebut.
Jangan sampai kamu menyesal karena membeli mobil bekas dengan harga murah tapi ternyata kondisinya sangat buruk dan membutuhkan banyak perbaikan.
Cara Menghindarinya: Jangan hanya fokus pada harga termurah.
Bandingkan harga dari berbagai penjual untuk mobil dengan spesifikasi dan kondisi yang serupa.