Jumlah air putih yang ideal untuk setiap orang bisa berbeda-beda, tergantung pada usia, tingkat aktivitas, dan kondisi kesehatan.
Namun, sebagai patokan umum, usahakan untuk minum setidaknya 8 gelas air putih sehari.
Bawalah botol air minum ke mana pun kamu pergi dan biasakan untuk minum air putih sebelum, saat, dan setelah makan.
Jangan tunggu sampai merasa haus baru minum, karena rasa haus adalah sinyal bahwa tubuhmu sudah mulai kekurangan cairan.
Dengan menjadikan air putih sebagai minuman utama, kamu sudah melakukan langkah besar dalam menerapkan gaya hidup anti-diabetes.
2. Kebiasaan Minum Sehat #2: Batasi Konsumsi Minuman Manis dan Bersoda Secara Drastis
Minuman manis dan bersoda seringkali menjadi musuh utama dalam upaya pencegahan diabetes.
Minuman-minuman ini mengandung gula dalam jumlah yang sangat tinggi, bahkan seringkali melebihi batas asupan gula harian yang direkomendasikan.
Konsumsi minuman manis secara teratur dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang cepat dan berulang, yang lama kelamaan dapat menyebabkan resistensi insulin dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2.
Selain itu, minuman manis 1 juga tinggi kalori namun rendah nutrisi, sehingga dapat berkontribusi pada kenaikan berat badan dan obesitas, yang juga merupakan faktor risiko diabetes.
Contoh minuman manis yang perlu kamu batasi adalah soda, jus buah kemasan (yang seringkali ditambahkan gula), minuman energi, teh manis dalam botol atau kemasan, dan kopi atau minuman cokelat dengan tambahan gula yang banyak.
Jika kamu terbiasa minum minuman manis setiap hari, cobalah untuk mengurangi frekuensinya secara bertahap.
Kamu bisa menggantinya dengan air putih, teh atau kopi tanpa gula, atau air infused dengan buah-buahan untuk memberikan rasa segar alami.
Mengurangi atau bahkan menghilangkan minuman manis dari dietmu adalah salah satu langkah paling efektif untuk mencegah diabetes dan menjaga kesehatan secara keseluruhan.
3. Kebiasaan Minum Sehat #3: Pilih Minuman dengan Indeks Glikemik Rendah