Cari Aktivitas yang Kamu Suka: Ini kunci utama biar kamu nggak cepat bosan. Kalau kamu suka basket, ya main basket. Kalau kamu lebih suka menari, ikutan kelas dance. Kalau kamu suka alam, coba hiking atau bersepeda.
Jadwalkan Waktu untuk Bergerak: Usahakan untuk menyisihkan waktu setidaknya 60 menit setiap hari untuk melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga tinggi. Kamu bisa membaginya menjadi beberapa sesi yang lebih pendek kalau memang waktunya terbatas.
Ajak Teman: Olahraga bareng teman pasti lebih seru dan bikin kamu lebih termotivasi. Kalian bisa saling menyemangati dan mencoba aktivitas baru bersama.
Manfaatkan Fasilitas yang Ada: Sekolah biasanya punya fasilitas olahraga yang bisa kamu manfaatkan. Kamu juga bisa mencari komunitas atau klub olahraga di sekitar tempat tinggalmu.
Kurangi Kebiasaan Duduk Terlalu Lama: Terlalu banyak duduk atau rebahan sambil main gadget atau nonton TV bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk diabetes. Usahakan untuk sering bergerak setiap 30 menit sekali, meskipun hanya sekadar berdiri atau berjalan-jalan sebentar.
Ingat, bergerak aktif itu nggak cuma bikin badanmu sehat dan kuat, tapi juga bisa meningkatkan mood dan mengurangi stres lho!
Jadi, yuk mulai aktif bergerak dari sekarang!
3. Gaya Hidup Sehat #3: Istirahat yang Cukup dan Kelola Stres dengan Baik
Mungkin kamu nggak menyangka ya, tapi istirahat yang cukup dan kemampuan mengelola stres juga sangat berpengaruh pada risiko diabetes.
Saat kamu kurang tidur atau stres berkepanjangan, hormon-hormon dalam tubuhmu bisa jadi tidak seimbang.
Salah satu hormon yang terpengaruh adalah insulin.
Kurang tidur dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam mengatur kadar gula darah.
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang sering kurang tidur memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2.
Begitu juga dengan stres. Saat kamu stres, tubuhmu akan melepaskan hormon stres seperti kortisol.
Dalam jangka panjang, kadar kortisol yang tinggi dapat meningkatkan resistensi insulin dan meningkatkan kadar gula darah.