Di sisi lain, kopi juga dapat meningkatkan kadar peptide YY, hormon yang memberikan sinyal kenyang kepada otak, sehingga Anda merasa lebih puas setelah makan dan cenderung tidak makan berlebihan.
Selain itu, kopi juga dapat memberikan efek psikologis yang membuat Anda merasa lebih berenergi dan termotivasi untuk menjalani gaya hidup sehat, termasuk mengontrol pola makan.
Dengan merasa lebih berenergi, Anda mungkin akan lebih cenderung untuk memilih makanan yang lebih sehat dan menghindari makanan olahan atau camilan tinggi kalori.
Penting untuk dicatat bahwa efek penekanan nafsu makan dari kopi mungkin lebih terasa pada orang yang tidak terbiasa mengonsumsi kopi secara rutin.
Bagi mereka yang sudah terbiasa minum kopi setiap hari, efek ini mungkin tidak terlalu signifikan.
Namun, bagi Anda yang baru memulai atau mengonsumsi kopi dalam jumlah sedang, kopi dapat menjadi alat yang berguna untuk membantu mengendalikan nafsu makan Anda.
3. Kopi Dapat Meningkatkan Pembakaran Lemak, Terutama Saat Berolahraga
Alasan ketiga mengapa kopi dapat membantu menurunkan berat badan adalah kemampuannya dalam meningkatkan pembakaran lemak, terutama saat Anda berolahraga.
Lemak adalah sumber energi cadangan dalam tubuh kita.
Untuk menurunkan berat badan, tubuh perlu membakar lebih banyak lemak daripada yang kita konsumsi.
Kafein dalam kopi dapat membantu proses ini dengan meningkatkan lipolisis, yaitu pemecahan lemak menjadi asam lemak bebas dan gliserol, yang kemudian dapat digunakan sebagai energi oleh tubuh.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kafein sebelum berolahraga dapat meningkatkan jumlah lemak yang dibakar selama latihan.
Ini berarti bahwa kopi dapat membantu Anda memaksimalkan manfaat pembakaran lemak dari sesi olahraga Anda.
Selain itu, kopi juga dapat meningkatkan performa fisik dan daya tahan selama berolahraga.
Dengan merasa lebih berenergi dan fokus, Anda mungkin dapat berolahraga lebih lama dan lebih intens, yang pada akhirnya akan membakar lebih banyak kalori dan lemak.