Puzzle dengan jumlah kepingan yang lebih banyak (misalnya 12-50 keping) juga menantang kemampuan mereka.
Untuk pengenalan konsep pra-akademik, ada banyak mainan edukatif seperti kartu flashcard huruf/angka/hewan, papan tulis kecil, atau buku aktivitas yang menyenangkan.
Simple board games (permainan papan) atau matching games (permainan mencocokkan) mulai bisa diperkenalkan untuk melatih mengikuti aturan, bergiliran, dan perkembangan sosial anak.
Sepeda roda tiga atau skuter juga bagus untuk melatih keseimbangan dan koordinasi motorik kasar yang lebih kompleks.
Di usia ini, variasi mainan sangat penting untuk memberikan stimulasi yang beragam.
Mainan yang bersifat open-ended tetap jadi pilihan utama untuk mendukung imajinasi mereka yang tak terbatas.
4. Usia 6-8 Tahun (Usia Sekolah Awal): Logika Mulai Terbentuk dan Minat Khusus
Anak-anak yang memasuki usia sekolah dasar (sekitar 6-8 tahun) mulai menunjukkan perubahan signifikan dalam cara berpikir mereka.
Logika sederhana mulai terbentuk.
Mereka bisa mengikuti aturan permainan yang lebih kompleks dan mulai menikmati tantangan.
Kemampuan membaca dan menulis mereka berkembang, membuka pintu ke dunia pengetahuan yang lebih luas.
Minat khusus atau hobi juga mulai terlihat di usia ini.
Secara fisik, koordinasi dan keseimbangan mereka semakin baik.
Mainan anak SD di rentang usia ini sebaiknya mendukung perkembangan logika, strategi, keterampilan akademik, serta minat pribadi mereka.
Permainan papan (board games) atau permainan kartu yang membutuhkan sedikit strategi (seperti Ular Tangga yang lebih kompleks, Ludo, Uno, atau permainan kooperatif) sangat bagus untuk melatih problem solving, kesabaran, sportivitas, dan interaksi sosial.