Untuk anak yang lebih kecil, mainan sensori seperti playdough (lagi!), pasir kinetik, atau water table (meja bermain air) sangat bagus.
Mereka bisa merasakan tekstur yang berbeda, melihat bagaimana bahan-bahan itu bereaksi saat dicampur, dibentuk, atau dituangkan.
Ini adalah bentuk eksperimen fisika sederhana yang sangat menyenangkan.
Untuk anak yang sedikit lebih besar, mainan konstruksi seperti balok, LEGO, atau set magnetik memungkinkan mereka bereksperimen dengan keseimbangan, struktur, dan desain.
"Kalau menara ini aku buat lebih tinggi, apakah akan roboh?".
"Bagaimana cara membuat jembatan yang kuat?".
Ini adalah problem solving berbasis eksperimen.
Alat-alat eksplorasi alam juga masuk kategori ini.
Kaca pembesar untuk mengamati serangga atau tekstur daun, jaring kecil untuk menangkap ikan di selokan (dengan pengawasan!), atau wadah untuk mengumpulkan 'harta karun' alam seperti batu unik, daun kering, dan bunga.
Mainan ini mendorong anak untuk mengamati dunia sekitar dengan lebih detail dan bertanya-tanya tentang cara kerja alam.
Mainan musik sederhana seperti tamborin, marakas, keyboard mainan, atau bahkan panci dan sendok kayu di dapur, juga mendorong eksperimen.
Anak bisa mencoba berbagai kombinasi bunyi, ritme, dan nada.
"Bunyi apa yang keluar kalau ini dipukul pelan?".
"Bagaimana kalau dipukul kencang?".
Kit sains sederhana yang sesuai usia juga pilihan bagus.