Susu, keju, dan yogurt merupakan sumber kalsium dan vitamin D yang sangat baik.
Kalsium adalah mineral utama penyusun tulang dan gigi, sementara vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium dengan lebih efektif.
Pada masa pertumbuhan balita, tulang dan gigi sedang berkembang pesat, sehingga asupan kalsium dan vitamin D yang cukup sangat krusial.
Kekurangan kalsium dan vitamin D dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan tulang, termasuk risiko terjadinya stunting.
Selain itu, susu juga mengandung protein dan lemak yang dibutuhkan untuk energi dan perkembangan otak balita.
Pilihlah produk susu yang sesuai dengan usia balita dan perhatikan kandungan gulanya.
Produk olahan susu seperti yogurt juga mengandung probiotik yang baik untuk kesehatan pencernaan.
Memastikan asupan produk susu dan olahannya yang cukup adalah bagian penting dari makanan penting untuk pertumbuhan balita.
4. Kacang-kacangan dan Biji-bijian: Sumber Energi dan Nutrisi Pendukung Pertumbuhan
Makanan ketiga yang seringkali terlupakan namun sangat bermanfaat adalah kacang-kacangan dan biji-bijian.
Meskipun ukurannya kecil, kacang-kacangan dan biji-bijian menyimpan segudang nutrisi penting untuk pertumbuhan balita.
Keduanya merupakan sumber energi yang baik karena mengandung karbohidrat kompleks dan lemak sehat.
Selain itu, kacang-kacangan dan biji-bijian juga kaya akan protein nabati, serat, vitamin (seperti vitamin E dan B), serta mineral penting seperti zat besi dan zinc.
Serat dalam kacang-kacangan dan biji-bijian juga baik untuk kesehatan pencernaan balita.
Beberapa contoh kacang-kacangan dan biji-bijian yang baik untuk balita antara lain kacang tanah (dalam bentuk selai yang lembut untuk menghindari risiko tersedak), kacang almond, kacang mete, biji chia, dan biji labu.