Di Indonesia dan Malaysia, Idul Fitri disebut "Hari Raya", yang secara harfiah berarti "hari besar". Ini menunjukkan betapa istimewanya momen ini dalam budaya lokal.
Mulai dari baju baru, hidangan spesial (ketupat, rendang, opor), hingga dekorasi lampu dan umbul-umbul, semuanya dibuat semegah mungkin.
Sebaliknya, di Timur Tengah, Idul Fitri memang dirayakan dengan khidmat, tetapi tidak semeriah di Asia Tenggara.
Perayaan lebih fokus pada aspek keagamaan, sedangkan di Asia Tenggara, unsur budaya dan tradisi turut memperkaya kemeriahannya.
Cuti Bersama yang Panjang
Pemerintah di Asia Tenggara biasanya memberikan cuti panjang selama Idul Fitri, memungkinkan orang-orang punya waktu lebih untuk berkumpul dengan keluarga.
Di Indonesia, libur Lebaran bisa mencapai seminggu atau lebih, sementara di Malaysia dan Brunei juga ada kebijakan serupa.
Di Timur Tengah, meskipun Idul Fitri juga merupakan hari libur, durasinya seringkali lebih singkat (biasanya 3-4 hari). Hal ini membuat perayaan tidak semasif di Asia Tenggara, di mana orang punya waktu lebih lama untuk berlibur dan bersilaturahmi.***