lifestyle

4 Alasan Mengapa Vibes Idul Fitri di Kawasan Asia Tenggara Lebih Semarak Ketimbang di Timur Tengah

Senin, 31 Maret 2025 | 03:53 WIB
ilustrasi suasana Lebaran di Asia Tenggara (bli bli)

KLIK SAJA- Idul Fitri adalah momen yang dinanti oleh umat Muslim di seluruh dunia. Namun, ada perbedaan mencolok dalam cara perayaan ini dirayakan di berbagai belahan dunia.

Di kawasan Asia Tenggara—seperti Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Thailand Selatan—suasana Idul Fitri terasa jauh lebih semarak dan berkesan dibandingkan dengan di Timur Tengah.

Mengapa bisa demikian? Berikut beberapa alasan yang membuat Lebaran di Asia Tenggara begitu istimewa.

Momen Pulang Kampung (Mudik)

Salah satu tradisi paling khas di Asia Tenggara saat Idul Fitri adalah mudik atau pulang kampung.

Jutaan orang berbondong-bondong kembali ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran bersama keluarga.

Fenomena ini menciptakan gelombang perjalanan besar-besaran, mulai dari arus mudik yang padat hingga stasiun dan terminal yang penuh sesak.

Di Timur Tengah, meskipun ada juga yang pulang ke rumah keluarga, skalanya tidak sebesar di Asia Tenggara.

Budaya mudik di Indonesia dan Malaysia sudah menjadi ritual tahunan yang dinanti, bahkan menjadi bagian tak terpisahkan dari makna Idul Fitri itu sendiri.

Ajang Silaturahmi yang Lebih Intens

Di Asia Tenggara, Idul Fitri bukan sekadar salat Ied dan makan bersama, melainkan momentum untuk mempererat hubungan keluarga dan sosial.

Tradisi sungkem (meminta maaf kepada orang tua), berkunjung ke rumah sanak saudara, dan bagi-bagi angpao (uang Lebaran) membuat suasana semakin hangat.

Sementara di Timur Tengah, perayaan Idul Fitri cenderung lebih sederhana. Meski tetap ada silaturahmi, intensitasnya tidak semeriah di Asia Tenggara, di mana kunjungan ke keluarga dan tetangga bisa berlangsung hingga berhari-hari.

Dianggap Hari Paling 'Raya' Secara Budaya

Halaman:

Tags

Terkini