Setelah keramas, jangan pernah melewatkan kondisioner.
Kondisioner akan membantu melembapkan rambut, membuatnya lebih lembut, dan mudah diatur.
Pilih kondisioner yang kaya akan kandungan pelembap seperti shea butter, minyak kelapa, atau aloe vera.
Setelah dibilas, jangan menggosok rambut terlalu kasar dengan handuk.
Rambut keriting lebih rentan terhadap kerusakan saat basah.
Sebaiknya, gunakan handuk microfiber atau kaus katun bekas untuk menekan-nekan rambut secara lembut dan menyerap kelebihan air.
Proses detangling atau mengurai rambut kusut juga sangat penting sebelum styling.
Gunakan sisir bergigi jarang atau jari-jarimu saat rambut masih dalam keadaan lembap dan sudah diberi kondisioner atau leave-in conditioner.
Mulai dari ujung rambut dan perlahan naik ke akar untuk menghindari rambut patah.
Persiapan yang baik akan membuat rambut keritingmu lebih siap menerima produk styling dan teknik penataan selanjutnya.
2. Teknik Styling Saat Rambut Basah: Mengunci Kelembapan dan Definisi Keriting
Saat rambut masih dalam keadaan basah atau sangat lembap adalah waktu yang paling tepat untuk mengaplikasikan produk styling dan membentuk definisi keriting.
Ada beberapa teknik styling yang bisa kamu coba untuk mendapatkan hasil rambut keriting yang sehat dan terdefinisi:
-
LOC/LCO Method: Teknik ini melibatkan pelapisan produk pada rambut dengan urutan tertentu untuk mengunci kelembapan. LOC adalah singkatan dari Liquid (air atau leave-in conditioner), Oil (minyak alami), dan Cream (krim rambut atau styling cream). LCO urutannya sedikit berbeda, yaitu Liquid, Cream, dan Oil. Kamu bisa mencoba kedua urutan ini untuk melihat mana yang paling cocok dengan jenis rambut keritingmu.
-
Scrunching: Teknik ini dilakukan dengan cara meremas-remas rambut dari ujung ke arah akar menggunakan tangan atau handuk microfiber. Scrunching membantu membentuk pola keriting alami rambut dan mengurangi frizz.