Kandungan zat besi yang tinggi dalam lentil sangat penting untuk wanita, terutama yang sering mengalami kekurangan zat besi akibat menstruasi.
Serat dalam lentil juga membantu menjaga kesehatan pencernaan dan kadar gula darah yang stabil.
Lentil juga merupakan bahan makanan yang sangat serbaguna.
Kamu bisa mengolah lentil menjadi berbagai macam hidangan yang lezat dan mengenyangkan.
Misalnya, kamu bisa membuat sup lentil yang hangat dan kaya rasa, kari lentil yang gurih, atau bahkan mengolahnya menjadi patty untuk burger vegetarian.
Lentil adalah pilihan protein vegan yang ekonomis, mudah didapatkan, dan kaya akan nutrisi penting untuk protein untuk wanita.
Dengan memasukkan lentil ke dalam menu makanan kamu secara teratur, kamu bisa memenuhi kebutuhan protein dan nutrisi lainnya dengan cara yang lezat dan sehat.
3. Tahu dan Tempe: Fermentasi Kedelai yang Kaya Manfaat
Sumber protein nabati ketiga yang pastinya sudah sangat familiar di Indonesia adalah tahu dan tempe.
Keduanya terbuat dari kedelai, namun proses pembuatannya berbeda.
Tahu dibuat dari sari kedelai yang digumpalkan, sedangkan tempe dibuat dari kedelai yang difermentasi.
Baik tahu maupun tempe merupakan sumber protein nabati yang sangat baik dan mudah didapatkan dengan harga yang terjangkau.
Dalam 100 gram tahu, terkandung sekitar 8 gram protein, sedangkan dalam 100 gram tempe, terkandung sekitar 19 gram protein.
Proses fermentasi pada tempe memberikan manfaat tambahan berupa peningkatan kandungan vitamin B12 (meskipun jumlahnya tidak terlalu signifikan) dan juga membuat protein dalam tempe lebih mudah dicerna oleh tubuh.
Selain protein, tahu dan tempe juga mengandung kalsium, zat besi, magnesium, dan berbagai nutrisi penting lainnya.