Anakmu yang berusia 6 tahun pulang sekolah dengan wajah berseri-seri dan berkata, "Ibu! Tadi aku dapat bintang dari Bu Guru karena gambarku paling bagus!"
Penerapan Active Listening:
-
Tunjukkan Antusiasme: Sambut cerita anakmu dengan antusiasme. Berikan senyuman lebar dan tunjukkan kegembiraanmu. Misalnya, "Wah, hebat sekali! Selamat ya, Sayang!"
-
Ajukan Pertanyaan Detail: Tanyakan lebih lanjut tentang pengalamannya. Contohnya, "Gambar apa yang kamu buat?" atau "Kenapa Bu Guru bilang gambarmu paling bagus?"
-
Refleksikan Kegembiraan Anak: Ucapkan kalimat yang mencerminkan kebahagiaan anakmu. Misalnya, "Kamu pasti senang sekali ya dapat bintang dari Bu Guru?"
-
Berikan Pujian yang Spesifik: Puji usaha dan hasil karya anakmu secara spesifik. Misalnya, "Ibu suka sekali warna-warna yang kamu gunakan di gambar itu. Pasti kamu menggambarnya dengan penuh semangat ya?"
-
Dengarkan dengan Perhatian: Meskipun ceritanya mungkin tampak sederhana bagimu, dengarkan dengan penuh perhatian dan hindari melakukan hal lain.
Dalam situasi ini, contoh komunikasi positif anak melalui active listening akan memperkuat ikatan emosional antara kamu dan anak.
Anak akan merasa bahwa keberhasilan dan kebahagiaan mereka penting bagimu, dan ini akan meningkatkan rasa percaya diri mereka.
3. Saat Anak Menunjukkan Perilaku yang Tidak Biasa atau Tertutup
Terkadang, anak-anak tidak secara langsung mengungkapkan apa yang mereka rasakan atau pikirkan.
Mereka mungkin menunjukkan perubahan perilaku seperti menjadi lebih pendiam, mudah marah, atau menarik diri.
Dalam situasi seperti ini, active listening bisa menjadi kunci untuk membuka komunikasi dan memahami apa yang sedang terjadi pada anak.
Contoh Situasi:
Anak remajamu yang biasanya ceria tiba-tiba menjadi lebih pendiam dan sering mengurung diri di kamar.