Selain itu, kekerasan emosional juga bisa berupa sikap dingin, acuh tak acuh, atau bahkan mengabaikan perasaanmu.
Dia mungkin akan menolak untuk berkomunikasi secara sehat saat ada masalah, memilih untuk diam atau marah tanpa alasan yang jelas.
Terkadang, mereka juga bisa melakukan gaslighting, yaitu taktik manipulasi psikologis di mana mereka membuatmu meragukan ingatan, persepsi, atau bahkan kewarasanmu sendiri.
Misalnya, dia akan menyangkal pernah mengatakan sesuatu yang menyakitkan, padahal kamu jelas-jelas mendengarnya.
Atau, dia akan membuatmu merasa bersalah atas sesuatu yang sebenarnya bukan kesalahanmu.
Kekerasan verbal dan emosional ini bisa sangat merusak kesehatan mental dan emosional kamu.
Kamu akan merasa terus-menerus cemas, takut, dan tidak aman dalam hubungan tersebut.
Jadi, jangan pernah menganggap remeh kata-kata kasar atau sikap merendahkan dari pasanganmu.
Ini adalah tanda bahaya yang jelas dan menunjukkan bahwa dia bukanlah orang yang tepat untuk kamu.
Hubungan yang sehat adalah hubungan yang dipenuhi dengan komunikasi yang baik, saling menghormati, dan dukungan emosional.
3. Cara Ketiga: Amati Bagaimana Dia Menangani Konflik dan Tanggung Jawab
Setiap hubungan pasti akan mengalami konflik atau perbedaan pendapat.
Namun, cara seseorang menangani konflik bisa menjadi indikator penting tentang karakternya.
Pria dengan sifat berbahaya cenderung tidak bisa menerima kritik atau bertanggung jawab atas kesalahan mereka.
Saat ada masalah, mereka akan cenderung menyalahkan orang lain, termasuk kamu sebagai pasangannya.