Jantung berdebar-debar atau tidak teratur. Pernah merasakan jantung berdebar-debar kencang tanpa alasan yang jelas? Atau denyut jantung terasa tidak teratur? Waspada ya, ini bisa jadi gejala hipertensi. Tekanan darah tinggi dapat memengaruhi irama jantung dan menyebabkan jantung berdebar-debar atau aritmia.
Gangguan penglihatan. Mata terasa kabur atau penglihatan menjadi ganda? Jangan anggap enteng masalah penglihatan ini. Hipertensi dapat merusak pembuluh darah kecil di mata, yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan seperti mata kabur atau penglihatan ganda.
Nyeri dada atau sesak napas. Meskipun lebih jarang terjadi, nyeri dada atau sesak napas juga bisa menjadi gejala hipertensi, terutama jika tekanan darah sudah sangat tinggi atau terjadi komplikasi seperti penyakit jantung koroner. Jika kamu mengalami nyeri dada atau sesak napas yang tiba-tiba, segera cari pertolongan medis ya.
Penting untuk diingat bahwa gejala-gejala di atas tidak selalu berarti kamu pasti mengidap hipertensi.
Namun, jika kamu sering mengalami gejala-gejala tersebut, terutama jika kamu memiliki faktor risiko hipertensi seperti usia lanjut, riwayat keluarga hipertensi, obesitas, atau gaya hidup tidak sehat, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan diagnosis dan mendapatkan penanganan yang tepat.
3. Deteksi Dini: Kunci Utama Mencegah Komplikasi Hipertensi
Mengetahui gejala hipertensi yang jarang dikenali adalah langkah awal yang sangat penting.
Namun, deteksi dini hipertensi adalah kunci utama untuk mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius.
Bagaimana cara melakukan deteksi dini hipertensi?
Cara yang paling mudah dan akurat adalah dengan melakukan pengukuran tekanan darah secara rutin.
Kamu bisa melakukan pengukuran tekanan darah di rumah dengan alat tensimeter digital yang banyak dijual di apotek atau toko alat kesehatan.
Atau, kamu juga bisa memeriksakan tekanan darahmu di fasilitas kesehatan seperti puskesmas, klinik, atau rumah sakit.
Idealnya, orang dewasa di atas usia 18 tahun dianjurkan untuk memeriksakan tekanan darahnya setidaknya setahun sekali.
Namun, jika kamu memiliki faktor risiko hipertensi, sebaiknya lakukan pemeriksaan tekanan darah lebih sering, sesuai dengan anjuran dokter.
Selain pengukuran tekanan darah, penting juga untuk mengenali faktor risiko hipertensi dan melakukan upaya pencegahan sejak dini.