Pemeriksaan kolesterol ini adalah satu-satunya cara pasti untuk mengetahui kadar kolesterol dalam darah kita.
Karena seperti yang sudah dibahas sebelumnya, gejala kolesterol tinggi seringkali tidak spesifik dan mudah disepelekan.
Pemeriksaan kolesterol sebaiknya dilakukan secara berkala, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko kolesterol tinggi.
Faktor-faktor risiko tersebut antara lain:
- Usia di atas 40 tahun: Seiring bertambahnya usia, risiko kolesterol tinggi juga semakin meningkat.
- Riwayat keluarga kolesterol tinggi atau penyakit jantung: Jika ada anggota keluarga inti yang memiliki riwayat kolesterol tinggi atau penyakit jantung, risiko kamu juga akan lebih tinggi.
- Kelebihan berat badan atau obesitas: Kelebihan berat badan dan obesitas seringkali dikaitkan dengan kadar kolesterol yang tidak sehat.
- Pola makan tidak sehat: Kebiasaan makan makanan tinggi lemak jenuh, lemak trans, dan kolesterol dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah.
- Kurang aktivitas fisik: Kurang bergerak dan jarang berolahraga juga bisa meningkatkan risiko kolesterol tinggi.
- Merokok: Merokok dapat merusak pembuluh darah dan menurunkan kadar kolesterol baik (HDL) dalam darah.
- Diabetes: Penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami kolesterol tinggi dan masalah kardiovaskular lainnya.
Frekuensi pemeriksaan kolesterol bisa berbeda-beda, tergantung pada usia, faktor risiko, dan kondisi kesehatan masing-masing individu.
Namun, secara umum, orang dewasa sehat sebaiknya melakukan pemeriksaan kolesterol minimal setiap 5 tahun sekali.
Bagi mereka yang memiliki faktor risiko, pemeriksaan bisa dilakukan lebih sering, misalnya setiap 1-2 tahun sekali atau sesuai anjuran dokter.
Pemeriksaan kolesterol biasanya dilakukan dengan mengambil sampel darah vena.
Hasil pemeriksaan akan menunjukkan kadar kolesterol total, kolesterol LDL (kolesterol jahat), kolesterol HDL (kolesterol baik), dan trigliserida.
Dengan melakukan pemeriksaan kolesterol secara rutin, kita bisa memantau kadar kolesterol kita secara berkala.
Jika hasilnya menunjukkan kadar kolesterol tinggi, kita bisa segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
3. Terapkan Gaya Hidup Sehat untuk Menurunkan Kolesterol
Cara ketiga dan yang paling efektif untuk menghadapi gejala kolesterol tinggi dan mencegahnya semakin memburuk adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat.
Gaya hidup sehat merupakan kunci utama dalam mengontrol kadar kolesterol dan menjaga kesehatan jantung serta pembuluh darah.
Beberapa perubahan gaya hidup sehat yang bisa kamu lakukan untuk menurunkan kolesterol tinggi antara lain: