Selama berpuasa, kita sering membayangkan berbagai makanan lezat yang ingin disantap saat berbuka.
Namun, rasa lapar yang dirasakan selama puasa sebenarnya adalah "ilusi bayangan lapar".
Artinya, rasa lapar tersebut lebih disebabkan oleh kebiasaan makan pada waktu-waktu tertentu, bukan karena tubuh benar-benar membutuhkan asupan makanan dalam jumlah besar.
Maka ketika tiba waktu berbuka, tubuh sebenarnya tidak memerlukan makanan sebanyak yang kita bayangkan, sehingga kita hanya bisa makan sedikit.
Perlu diingat, berpuasa pada intinya hanya mengubah pola jam makan kita, bukan menambah porsi makan.
Terlalu Banyak Karbohidrat
Mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat saat berbuka, seperti nasi, mi, atau roti, juga bisa membuat kita cepat kenyang.
Karbohidrat sederhana dicerna dengan cepat oleh tubuh, menyebabkan perut terasa penuh dalam waktu singkat.
Baca Juga: Semangat Berbagi Jangan Hanya di Bulan Ramadan Saja
Selain itu, karbohidrat juga memicu pelepasan hormon serotonin yang memberikan rasa nyaman dan kenyang.
Akibatnya, kita merasa cukup dengan porsi kecil dan tidak sanggup melanjutkan makan.
Niat Puasa Hanya Menahan Lapar dan Haus
Terkadang, niat puasa kita hanya sebatas menahan lapar dan haus, tanpa mempertimbangkan aspek kesehatan atau pola makan yang seimbang.
Kita pun kerap terburu nafsu membeli takjil dalam jumlah yang sangat banyak, namun kenyataannya saat berbuka tak mampu menghabiskannya.
Hal ini disebabkan kita cenderung "balas dendam" saat berbuka dengan mengonsumsi makanan dalam jumlah besar, tetapi tubuh tidak siap menerimanya.