Suatu saat nanti, ketika kamu dihadapkan pada situasi atau kenangan yang mengingatkan kamu pada cinta yang tak berbalas itu, rasa sakit hati yang dulu kamu pendam akan muncul kembali, bahkan mungkin lebih kuat dari sebelumnya.
Menghindari masalah cinta yang tak berbalas itu sama kayak nyapu sampah di bawah karpet.
Kelihatan rapi di luar, tapi masalahnya tetap ada dan siap muncul lagi di kemudian hari.
Untuk benar-benar move on dan menyelesaikan masalah cinta yang tak berbalas, kamu perlu menghadapi rasa sakit itu, bukan menghindarinya.
Kamu perlu memproses emosi kamu, belajar dari pengalaman, dan mencari cara yang sehat untuk menyembuhkan luka hati kamu.
2. Pelarian Menghambat Proses Penyembuhan Emosional yang Sebenarnya
Alasan kedua mengapa mencari pelarian bukanlah solusi yang tepat adalah karena pelarian justru menghambat proses penyembuhan emosional yang sebenarnya.
Penyembuhan dari patah hati itu butuh waktu dan proses yang gak instan.
Ada tahapan-tahapan emosi yang perlu kamu lalui, mulai dari penolakan, kemarahan, tawar-menawar, depresi, sampai akhirnya penerimaan.
Setiap tahapan emosi ini penting untuk kamu lewati agar luka hati kamu bisa benar-benar sembuh dan kamu bisa move on dengan hati yang lebih lapang.
Nah, mencari pelarian justru membuat kamu melewatkan atau menghindari tahapan-tahapan emosi penting ini.
Saat kamu sibuk mencari distraksi atau hiburan untuk melupakan rasa sakit hati, kamu gak memberikan kesempatan pada diri kamu untuk merasakan dan memproses emosi yang sebenarnya.
Kamu mungkin menekan rasa sedih, marah, atau kecewa kamu, dan menggantinya dengan perasaan senang atau euforia sesaat yang didapatkan dari pelarian.
Akibatnya, emosi-emosi negatif itu gak terproses dengan baik dan tertumpuk di dalam diri kamu.
Proses penyembuhan emosional itu ibarat membersihkan luka.