lifestyle

Hapalkan! Bacaan Wirid Subhanal Malikil Quddus Setelah Shalat Witir di Bulan Ramadan

Jumat, 28 Februari 2025 | 22:41 WIB
ilustrasi wirid (png tree)

KLIK SAJA - Shalat Witir adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan, terutama di bulan Ramadan.

Shalat ini menjadi penutup rangkaian ibadah malam, seperti Tarawih atau Tahajud, dan memiliki keutamaan yang besar.

Setelah melaksanakan shalat Witir, umat Islam dianjurkan untuk membaca wirid dan doa sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT.

Salah satu wirid yang sangat dianjurkan adalah membaca "Subhanal Malikil Quddus" sebanyak tiga kali, dilanjutkan dengan doa khusus.

Wirid ini memiliki keutamaan yang luar biasa, bahkan diyakini akan menjadi saksi dan berbicara di hari kiamat.

Wirid "Subhanal Malikil Quddus" memiliki keistimewaan yang besar. Diriwayatkan dalam Sunan At-Tirmidzi, bacaan ini diyakini akan menjadi saksi dan berbicara di hari kiamat.

Hal ini menunjukkan betapa mulianya amalan ini di sisi Allah SWT.

Selain itu, wirid ini juga menjadi sarana untuk memuji kebesaran Allah, Sang Maha Raja dan Maha Suci.

Bacaan wirid ini sering dilafalkan oleh imam shalat tarawih kepada para Jemaah, yang bertujuan untuk mendapatkan kesempurnaan amalan di bulan Ramadan

Berikut adalah lafal wirid yang dianjurkan setelah shalat Witir, sebagaimana diriwayatkan dalam kitab Nihayatuz Zain karya Syekh Nawawi al-Bantani:

  1. Membaca "Subhanal Malikil Quddus" Sebanyak 3 Kali

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

Subhanal Malikil Quddus.
Artinya: "Maha Suci Allah, Yang Maha Raja dan Maha Suci."

  1. Membaca Doa Khusus Setelah Wirid

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ، وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ، لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ، أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

Allahumma inni a'udzu bi ridhaka min sakhatik, wa bi mu'afatika min 'uqubatik, wa a'udzu bika minka, la uhshi tsana'an 'alaika, anta kama athnaita 'ala nafsik.
Artinya: "Ya Allah, aku berlindung dengan keridhaan-Mu dari kemurkaan-Mu, dan dengan keselamatan-Mu dari siksa-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari (siksa)-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian kepada-Mu, Engkau adalah sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri."

Halaman:

Tags

Terkini